Gunung Kawi Bantah Stigma Pesugihan, Fokus Wisata Religi

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, JAKARTA – Pengelola Paesarean Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, membantah anggapan yang menyebut kawasan tersebut sebagai tempat pesugihan. Mereka menegaskan Gunung Kawi merupakan destinasi wisata religi dan ziarah yang menyimpan nilai sejarah serta budaya.

Pernyataan itu muncul setelah berbagai unggahan di media sosial kembali mengaitkan Gunung Kawi dengan praktik pesugihan. Pengelola meminta masyarakat tidak mudah mempercayai berbagai narasi yang ramai di media sosial.

Gunung Kawi Menjadi Tujuan Ziarah

Melalui akun Instagram @gunungkawistory, pengelola menjelaskan bahwa ribuan orang rutin mengunjungi Gunung Kawi untuk berdoa, berziarah, dan mengucapkan rasa syukur.

“Ribuan orang datang dengan langkah yang tenang, membawa doa, harapan, dan rasa syukur. Bukan tempat yang ditakuti,” tulis pengelola dalam unggahan pada Jumat (3/7/2026).

Baca Juga :  Polres Nagan Raya Tahan Tiga Pelaku BBM Bersubsidi

Pengelola menjelaskan bahwa masyarakat sudah lama menjadikan Gunung Kawi sebagai tujuan ziarah, bahkan sebelum media sosial ramai dengan berbagai konten sensasional. Aktivitas ziarah itu juga menggerakkan perekonomian warga sekitar.

Pedagang bunga, pemilik warung, pengelola penginapan, dan sopir angkutan memperoleh penghasilan dari kunjungan para peziarah. Karena itu, pengelola mengajak masyarakat mengenal Gunung Kawi berdasarkan sejarah, budaya, dan kehidupan warga setempat.

Pengelola Jaga Sejarah dan Budaya

Pengelola menyebut Gunung Kawi tidak hanya menjadi lokasi ziarah, tetapi juga menjadi bagian penting dari warisan sejarah dan budaya. Warga setempat terus menjaga tradisi dan melestarikan nilai-nilai luhur dari generasi ke generasi.

“Di sinilah nilai-nilai luhur tetap terjaga, diwariskan, dan terus hidup dari generasi ke generasi. Bagi kami, Gunung Kawi bukanlah kisah yang dibuat-buat. Gunung Kawi adalah rumah,” tulis pengelola.

Baca Juga :  Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa

Pengelola juga mengajak masyarakat mempelajari sejarah Gunung Kawi secara langsung agar tidak mudah percaya pada informasi yang menyesatkan.

MUI Jawa Timur Ingatkan Masyarakat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menegaskan bahwa Islam melarang setiap ritual yang mengandung unsur kemusyrikan. MUI juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengikuti praktik yang bertentangan dengan ajaran agama.

Selain itu, MUI mengimbau masyarakat menyaring setiap informasi sebelum mempercayainya. MUI juga meminta masyarakat memahami persoalan berdasarkan fakta yang memiliki dasar yang jelas.

Melalui penjelasan tersebut, pengelola berharap masyarakat melihat Gunung Kawi sebagai destinasi wisata religi, pusat ziarah, serta kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya, bukan sebagai tempat pesugihan.

Berita Terkait

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung
SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari
TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai
Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita
Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS
BPOM Dorong Regulasi Keamanan Pangan Berbasis Risiko
Pemerintah Waspadai Harga Minyak Naik
Pemerintah Siapkan BRI dan BSI Buka Rekening 200 Juta Warga
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:31 WIB

SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:02 WIB

TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita

Rabu, 30 September 2026 - 09:54 WIB

Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB