Adainfohitz.com, Jakarta – Indonesia dan Timor Leste resmi menandatangani Bilateral Investment Treaty (BIT) untuk memperkuat kerja sama investasi kedua negara. Perjanjian ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha di sektor manufaktur, infrastruktur, energi terbarukan, logistik, dan teknologi digital.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menandatangani perjanjian tersebut bersama Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
BIT menjadi landasan hukum untuk memperkuat promosi, fasilitasi, dan pelindungan investasi. Kesepakatan ini sekaligus merealisasikan komitmen bilateral yang kedua negara mulai inisiasi pada 2023. Perundingan berlangsung sejak November 2024 hingga Agustus 2025.
“Kami meyakini banyak sekali potensi-potensi kerja sama yang bisa kita elaborasi dan kerjakan bersama. Ini akan menjadi landasan bagi kita untuk terus bertemu, berdiskusi, dan menyempurnakan kebijakan, regulasi, serta percepatan investasi,” ujar Rosan dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Sekitar 120 Perusahaan Indonesia Berinvestasi
Saat ini, sekitar 120 perusahaan swasta Indonesia telah berinvestasi di Timor Leste. Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) juga menjalankan kegiatan bisnis dan proyek strategis di negara tersebut.
Perusahaan itu antara lain Bank BRI, Bank Mandiri, Pegadaian, dan Telkomsel. Selain itu, Pertamina International Timor, Waskita Karya, PT PP, dan Adhi Karya turut memperkuat kehadiran pelaku usaha Indonesia.
Aktivitas investasi tersebut menunjukkan potensi pengembangan hubungan ekonomi kedua negara. Kerja sama perdagangan juga terus berlangsung melalui pertukaran berbagai komoditas.
Indonesia memasok kendaraan dan suku cadangnya, produk olahan tepung, serta lemak dan minyak hewani ke Timor Leste. Nilai perdagangan yang disebutkan dalam keterangan mencapai 150 juta dolar AS.
Sebaliknya, Timor Leste memasok sejumlah komoditas ke Indonesia, termasuk kopi, teh, rempah-rempah, serta mesin dan peralatan mekanik.
Bidik Manufaktur hingga Teknologi Digital
Melalui BIT, Indonesia dan Timor Leste menargetkan perluasan kerja sama di sektor industri hilir, manufaktur, infrastruktur, dan energi terbarukan. Kedua negara juga melihat peluang kolaborasi dalam bidang logistik, real estat, dan teknologi digital.
Kedua pihak akan mendorong pertukaran informasi investasi serta membuka akses terhadap peluang bisnis. Langkah ini diharapkan membantu pelaku usaha mengenali potensi pasar dan memperluas kemitraan lintas negara.
Rosan mengatakan, pemerintah Indonesia ingin menjadikan hubungan dengan negara tetangga sebagai salah satu prioritas dalam kebijakan luar negeri dan ekonomi.
“Arahan Bapak Presiden adalah bahwa kita harus selalu menjadi negara tetangga yang baik. Negara-negara tetangga harus kita prioritaskan karena apa pun yang terjadi dengan negara tetangga tentunya akan berdampak kepada Indonesia,” kata Rosan.
Sementara itu, Francisco Kalbuadi Lay menyambut penandatanganan BIT sebagai penguatan komitmen bilateral. Ia menilai kesepakatan tersebut dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat kedua negara.
“Kami tidak sendiri karena di sini ada Pak Rosan bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi yang akan membantu kami. Kesepakatan ini telah membuka jalan yang luas, bukan hanya bagi pemerintah kedua negara, tetapi juga bagi masyarakat di kedua negara,” ujar Francisco.
Tiga Fokus Utama Perjanjian Investasi
BIT Indonesia–Timor Leste mencakup tiga komponen utama, yakni promosi, fasilitasi, dan pelindungan investasi.
Pertama, promosi investasi bertujuan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menarik minat investor. Kedua, fasilitasi investasi mendorong kemudahan arus modal melalui transparansi, efisiensi, dan kerja sama antarpemerintah.
Ketiga, pelindungan investasi memberikan kepastian hukum serta mendorong perlakuan yang adil dan setara bagi investor sesuai ketentuan perjanjian.
Melalui kesepakatan ini, Indonesia dan Timor Leste berharap dapat memperkuat kemitraan strategis, meningkatkan aktivitas investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat kedua negara.













Komentar