Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, KERINCI – Petani di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi saat memasuki musim tanam Oktober 2026. Mereka juga mengeluhkan harga Urea yang mencapai Rp150.000 per karung.

Sejumlah petani menyebut kios menjual Urea bersubsidi secara eceran dengan harga Rp2.300 hingga Rp3.000 per kilogram. Jika dihitung untuk satu karung berisi 50 kilogram, harganya mencapai Rp115.000 hingga Rp150.000.

Petani menyebut harga satu karung Urea bersubsidi seharusnya sekitar Rp90.000. Selisih harga ini memicu pertanyaan mengenai stok, mekanisme penjualan, dan pengawasan distribusi pupuk di tingkat kios pengecer.

Seorang petani Depati Tujuh mengungkapkan keluhan tersebut pada Sabtu (17/10/2026). Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pupuk saat musim tanam mulai berlangsung.

“Kami sangat kesulitan. Sekarang sudah masuk musim tanam, tetapi pupuk langka. Kalaupun ada di kios, harganya mahal. Satu sak Urea yang seharusnya Rp90.000 bisa mencapai Rp150.000 jika dibeli eceran. Ini sangat memberatkan petani,” keluhnya.

Baca Juga :  Kuluk Cincin, Penutup Kepala Adat Perempuan Sungai Penuh

Kelangkaan Pupuk Subsidi Bebani Petani

Keluhan petani menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Kerinci. Ketersediaan pupuk pada awal musim tanam sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan menjaga produktivitas pertanian.

Jika laporan harga di atas ketentuan terbukti, petani harus menanggung biaya produksi lebih tinggi. Karena itu, pihak terkait perlu menelusuri stok pupuk, jalur pasokan, dan harga jual di setiap kios.

Sejumlah petani juga mempertanyakan penjualan pupuk secara eceran serta dugaan kesamaan harga di beberapa kios. Namun, petugas perlu memeriksa langsung untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Pemeriksaan juga penting untuk mengetahui apakah persoalan hanya terjadi pada kios tertentu atau mencerminkan masalah distribusi yang lebih luas.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Apresiasi Penyerahan Murid Baru Secara Adat

Petani Minta KP3 Periksa Kios Pupuk

Petani mendesak Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), PT Pupuk Indonesia, distributor, serta Satgas Pangan segera turun ke lapangan. Mereka berharap petugas memeriksa stok dan harga pupuk di kios yang mereka keluhkan.

Petugas juga perlu memastikan penyalur mematuhi ketentuan harga dan distribusi pupuk bersubsidi. Langkah ini penting agar petani memperoleh pupuk sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, redaksi belum menerima keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kelangkaan dan dugaan ketidaksesuaian harga pupuk bersubsidi di Kecamatan Depati Tujuh.

Redaksi membuka ruang bagi KP3, PT Pupuk Indonesia, distributor, dan pemilik kios untuk memberikan klarifikasi. Keterangan mereka diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang lengkap dan berimbang.

 

Berita Terkait

SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari
TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai
Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita
Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS
Ledakan Tabung Gas di Tambak Tinggi, Tiga Warga Luka Bakar
Warga Pondok Agung Antusias Ikuti Sosialisasi HAM
Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:31 WIB

SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:02 WIB

TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita

Rabu, 30 September 2026 - 09:54 WIB

Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB