Kuluk Cincin, Penutup Kepala Adat Perempuan Sungai Penuh

Avatar photo

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 20:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, SUNGAI PENUH – Kuluk Cincin merupakan penutup kepala tradisional khas perempuan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Hingga kini, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tetap mempertahankan warisan budaya tersebut sebagai simbol identitas, keindahan, dan kehormatan perempuan.

Selain mempercantik penampilan, Kuluk Cincin juga mencerminkan nilai budaya yang hidup dari generasi ke generasi. Karena itu, masyarakat selalu memakainya dalam berbagai upacara adat dan pertunjukan seni.

Bentuk dan Ciri Khas

Kuluk Cincin memiliki bentuk melingkar menyerupai cincin atau gelang besar di atas kepala. Oleh sebab itu, masyarakat memberi nama penutup kepala tradisional ini sebagai Kuluk Cincin.

Pada bagian belakang, Kuluk Cincin memiliki jumbei, yaitu kain beludru berwarna hitam atau merah yang menjuntai hingga pinggang. Para perajin membuat Kuluk Cincin dari kain selendang tradisional dan kain beludru. Setelah itu, mereka menghiasinya dengan sulaman benang emas bermotif khas Kerinci sehingga tampil anggun dan bernilai seni tinggi.

Baca Juga :  67 Personel Polres Kerinci Naik Pangkat Jelang Hari Bhayangkara

Melengkapi Busana Adat

Perempuan Kota Sungai Penuh memakai Kuluk Cincin untuk melengkapi busana adat. Sementara itu, laki-laki memakai penutup kepala adat bernama Lita.

Dengan demikian, Kuluk Cincin melengkapi setiap busana adat perempuan. Kehadirannya memperkuat identitas budaya masyarakat Kerinci.

Digunakan dalam Upacara Adat

Masyarakat memakai Kuluk Cincin saat menggelar prosesi pernikahan adat. Pengantin perempuan atau anak batino mengenakannya sebagai lambang kehormatan dan penghormatan terhadap adat istiadat.

Selain pernikahan, masyarakat juga memakai Kuluk Cincin saat mengikuti Kenduri Sko. Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus prosesi pengukuhan gelar adat yang terus masyarakat lestarikan.

Baca Juga :  Polres Aceh Timur Kumpulkan 88 Kantong Darah

Hadir dalam Kesenian Tradisional

Para penari juga memakai Kuluk Cincin ketika mementaskan tarian tradisional. Salah satunya ialah Tari Rangguk yang sering tampil dalam penyambutan tamu dan berbagai festival budaya.

Melalui pertunjukan itu, para seniman memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci kepada generasi muda dan wisatawan.

Warisan Budaya yang Tetap Lestari

Masyarakat Kota Sungai Penuh terus menjaga keberadaan Kuluk Cincin sebagai warisan budaya. Oleh karena itu, mereka mewariskan nilai sejarah, seni, dan filosofi Kuluk Cincin kepada generasi berikutnya agar tradisi tersebut tetap hidup dan dikenal luas.

Berita Terkait

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung
SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari
TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai
Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita
Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS
Ledakan Tabung Gas di Tambak Tinggi, Tiga Warga Luka Bakar
Warga Pondok Agung Antusias Ikuti Sosialisasi HAM
Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih
Berita ini 17 kali dibaca

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:31 WIB

SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:02 WIB

TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita

Rabu, 30 September 2026 - 09:54 WIB

Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB