Adainfohitz.com, Sungai Penuh — Di tengah arus modernisasi, masyarakat Kota Sungai Penuh tetap menjaga warisan budaya leluhur. Salah satu tradisi yang masih bertahan hingga kini adalah Ajun Arah, yaitu prosesi meminta izin sebelum menggelar kegiatan adat.
Tradisi yang Sarat Makna
Ajun Arah bukan sekadar rangkaian seremonial. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus permohonan restu kepada para pemimpin adat.
Dalam prosesi ini, anak batino atau kaum perempuan menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan kepada pemangku adat. Mereka berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Simbol Restu Pemimpin Adat
Masyarakat Sungai Penuh meyakini bahwa acara adat besar belum lengkap tanpa melalui tahapan Ajun Arah. Melalui prosesi ini, pemimpin adat memberikan restu dan persetujuan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan.
Restu tersebut menjadi simbol harapan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sesuai dengan aturan adat yang berlaku.
Menyatukan Langkah Menjelang Kenduri Sko
Ketua Lembaga Adat Depati Nan Batujuh, Aspar Nasir, menjelaskan bahwa Ajun Arah tidak hanya menjaga tradisi. Prosesi ini juga menjadi forum musyawarah untuk mempersiapkan berbagai kegiatan adat, termasuk Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh.
Menurut Aspar Nasir, Ajun Arah membantu seluruh unsur masyarakat menyatukan langkah dan memastikan kesiapan kegiatan adat.
“Ajun Arah ini menjadi forum musyawarah adat untuk memantapkan persiapan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh,” ujarnya.
Upaya Menjaga Identitas Budaya
Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh akan berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Gedung Hall Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya masyarakat dalam menjaga identitas budaya daerah.
Aspar Nasir juga mengajak anak jantan dan anak batino di wilayah Enam Luhah Sungai Penuh untuk bersama-sama menyukseskan Kenduri Sko. Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi wujud kecintaan terhadap adat dan budaya.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Ajun Arah menyimpan pesan penting bagi masyarakat Sungai Penuh. Tradisi ini tidak hanya mengingatkan masyarakat pada masa lalu, tetapi juga menjadi pedoman bagi generasi masa kini dan masa depan.
Melalui Ajun Arah, masyarakat terus menjaga nilai kebersamaan, penghormatan, dan persatuan. Tradisi ini membuktikan bahwa warisan budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.










Komentar