Sampah Plastik Diolah Jadi Bahan Bakar, Ini Tantangannya

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampah Plastik Diolah Jadi Bahan Bakar, Ini Tantangannya

Sampah Plastik Diolah Jadi Bahan Bakar, Ini Tantangannya

Adainfohitz.com – Sampah plastik masih menjadi persoalan lingkungan besar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Berbagai inovasi terus dikembangkan untuk mengurangi limbah plastik, salah satunya mengolahnya menjadi bahan bakar.

Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), ribuan ton sampah plastik mencemari perairan dunia setiap harinya.

UNEP mencatat, sekitar 19 hingga 23 juta ton limbah plastik masuk ke ekosistem laut, sungai, dan danau setiap tahun.

Di Indonesia, sampah plastik diperkirakan mencapai 12,4 juta ton per tahun pada 2025.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 28 ribu ton sampah plastik yang dihasilkan setiap harinya.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah pirolisis, yakni proses penguraian plastik dengan suhu tinggi tanpa oksigen.

Baca Juga :  Makna Mendalam Tradisi Balemang Serentak

Melalui proses ini, plastik dapat diubah menjadi gas, cairan, dan residu padat.

Produk cair dari proses pirolisis berpotensi dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif.

Namun, tidak semua jenis plastik dapat diolah menjadi bahan bakar secara optimal.

Leopold menjelaskan, karakteristik minyak hasil pirolisis sangat bergantung pada jenis plastik yang digunakan.

Plastik jenis PET dan PVC dinilai kurang ideal karena dapat menghasilkan senyawa korosif dan berisiko bagi lingkungan.

Selain bahan baku, kualitas minyak juga dipengaruhi suhu operasi, katalis, serta proses pengolahan lanjutan.

Minyak hasil pirolisis masih membutuhkan pemurnian dan pengujian agar sesuai standar bahan bakar.

UNEP menilai persoalan plastik tidak cukup diselesaikan hanya dengan meningkatkan daur ulang.

Baca Juga :  BGN Hentikan Distribusi MBG Saat Libur Sekolah

Diperlukan perubahan sistem menuju ekonomi sirkular untuk mengatasi dampak lingkungan dan kesehatan.

Leopold mengatakan, pemanfaatan plastik menjadi bahan bakar membutuhkan regulasi dan pengawasan ketat.

Mulai dari pemilahan bahan baku, proses produksi, hingga pengujian mutu harus dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, teknologi pirolisis memiliki potensi mengurangi timbunan sampah sekaligus memberi nilai tambah.

Meski demikian, efisiensi teknologi, kelayakan ekonomi, dan keamanan lingkungan masih menjadi tantangan.

Pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar dinilai potensial, terutama selama energi fosil masih digunakan.

Namun, pengembangannya perlu terus dievaluasi seiring meningkatnya penggunaan energi terbarukan di Indonesia.rbarukan di Indonesia.

Berita Terkait

Erick Thohir Dorong Transformasi Pemuda dan Olahraga Daerah
ACT! Project Dorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di TEI 2026
Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Jambi Sore
Honda Kenalkan Super-ONE di GIIAS 2026
Dugaan Pelanggaran Etik Kalapas Waingapu Viral di Media Sosial
LINK Alami Gangguan Kendali Orientasi
Angka Perceraian di Merangin Tembus 458 Perkara
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Erick Thohir Dorong Transformasi Pemuda dan Olahraga Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:15 WIB

ACT! Project Dorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di TEI 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:31 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Jambi Sore

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:17 WIB

Honda Kenalkan Super-ONE di GIIAS 2026

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB