Ribuan WNI Ganti Kewarganegaraan, Brain Drain Mengancam

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, JAKARTAKementerian Hukum mencatat hampir 8.000 warga negara Indonesia (WNI) mengajukan pelepasan kewarganegaraan selama lima tahun terakhir. Berbagai alasan mendorong pengajuan tersebut, mulai dari kebutuhan pribadi, karier, hingga peluang hidup yang dianggap lebih menjanjikan di luar negeri.

Data itu memunculkan kekhawatiran tentang meningkatnya risiko brain drain, yaitu keluarnya sumber daya manusia berkualitas dari Indonesia untuk menetap dan bekerja di negara lain.

Mobilitas Global Kian Meningkat

Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dian Azmawati, menjelaskan bahwa migrasi internasional sudah berlangsung sejak lama. Berbagai faktor, seperti sejarah, ekonomi, dan perkembangan peradaban, mendorong perpindahan manusia dari satu wilayah ke wilayah lain.

Menurut Dian, masyarakat Indonesia juga memiliki sejarah panjang dalam arus migrasi. Selain itu, kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi membuat masyarakat semakin mudah berpindah antarnegara.

“Kalau melihat data dari media, ada ribuan WNI yang berpindah kewarganegaraan ke negara lain. Fenomena migrasi internasional sebenarnya sudah berjalan sejak lama dan menjadi bagian kehidupan manusia,” kata Dian dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  Gol Mesir Dianulir VAR, Argentina Lolos Penuh Kontroversi Besar

Anak Muda Mencari Peluang di Luar Negeri

Dian menilai globalisasi membuka akses informasi yang lebih luas. Masyarakat kini dapat dengan mudah mengetahui peluang pendidikan, pekerjaan, dan kualitas hidup di berbagai negara.

Karena itu, banyak anak muda mulai mencari kesempatan berkarier di luar negeri. Bahkan, narasi “kabur aja dulu” yang ramai di media sosial menunjukkan kegelisahan sebagian generasi muda terhadap masa depan mereka.

“Ketika banyak anak muda memilih keluar negeri hingga mempertimbangkan pindah kewarganegaraan, pemerintah perlu melihatnya sebagai sinyal penting. Apalagi jika kondisi itu terjadi dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat,” ujarnya.

Pemerintah Perlu Ciptakan Peluang Lebih Baik

Dian meminta pemerintah mengkaji secara mendalam faktor-faktor yang mendorong masyarakat meninggalkan Indonesia. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas kesempatan pengembangan karier.

Baca Juga :  China Luncurkan AI untuk Energi Bersih Skala Besar

Menurutnya, Indonesia berisiko kehilangan banyak talenta unggul jika berbagai persoalan tersebut tidak segera diatasi.

Prabowo Ajak Masyarakat Bangun Indonesia Bersama

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia. Dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo menegaskan bahwa masyarakat harus bersatu dan bergotong royong membangun bangsa.

“Yang ragu-ragu silakan duduk di rumah aja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, silakan, tidak ada yang melarang,” kata Prabowo.

Ia juga mengajak masyarakat meninggalkan sikap dengki, curiga, dan kebiasaan mencaci. Menurutnya, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang saling mengasihi, memahami, dan membantu sesama.

Berita Terkait

Speedboat Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Kemenekraf Dukung Pengembangan Board Game Indonesia
Harga Pertalite Rp10.000, APBN Tanggung Selisih
Konflik AS-Iran Memanas, Rupiah Melemah ke Rp18.027
Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh
Pemerintah Terbuka Terima Kritik Demi Perkuat Tata Kelola
Honda Kenalkan Super-ONE di GIIAS 2026
Pemerintah Perkuat Daya Saing Ekspor Sawit
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:38 WIB

Speedboat Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Kemenekraf Dukung Pengembangan Board Game Indonesia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:32 WIB

Harga Pertalite Rp10.000, APBN Tanggung Selisih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Konflik AS-Iran Memanas, Rupiah Melemah ke Rp18.027

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh

Berita Terbaru

DPR menyoroti pembagian fungsi SNI dan ISPO agar tidak terjadi tumpang tindih sertifikasi, sekaligus melindungi pekebun kecil. *RRI

Pemerintahan

DPR Soroti Tumpang Tindih SNI dan ISPO

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:01 WIB

OMI 2026 Kabupaten Kerinci mulai berlangsung di MAN 3 Kerinci. Hari pertama kompetisi berjalan lancar, tertib, dan kondusif.

Pendidikan

OMI 2026 Tingkat Kabupaten Kerinci Resmi Dimulai

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:11 WIB

Honda ADV Mystery Exploride Jambi mengajak puluhan bikers menikmati night adventure, camping, dan kebersamaan komunitas Honda di Camp PLMR.

Otomotif

Bikers Honda Jambi Nikmati Serunya Mystery Exploride

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:03 WIB

Speedboat membawa delapan orang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim SAR mengerahkan empat kapal untuk melakukan pencarian.

Nasional

Speedboat Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38 WIB

Astra Honda Racing Team membidik hasil terbaik di ARRC Sepang 2026. Simak target Rheza, Irfan, Herjun, dan Adenanta.

Otomotif

Astra Honda Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:08 WIB