Adainfohitz.com, JAKARTA – Kementerian Hukum mencatat hampir 8.000 warga negara Indonesia (WNI) mengajukan pelepasan kewarganegaraan selama lima tahun terakhir. Berbagai alasan mendorong pengajuan tersebut, mulai dari kebutuhan pribadi, karier, hingga peluang hidup yang dianggap lebih menjanjikan di luar negeri.
Data itu memunculkan kekhawatiran tentang meningkatnya risiko brain drain, yaitu keluarnya sumber daya manusia berkualitas dari Indonesia untuk menetap dan bekerja di negara lain.
Mobilitas Global Kian Meningkat
Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dian Azmawati, menjelaskan bahwa migrasi internasional sudah berlangsung sejak lama. Berbagai faktor, seperti sejarah, ekonomi, dan perkembangan peradaban, mendorong perpindahan manusia dari satu wilayah ke wilayah lain.
Menurut Dian, masyarakat Indonesia juga memiliki sejarah panjang dalam arus migrasi. Selain itu, kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi membuat masyarakat semakin mudah berpindah antarnegara.
“Kalau melihat data dari media, ada ribuan WNI yang berpindah kewarganegaraan ke negara lain. Fenomena migrasi internasional sebenarnya sudah berjalan sejak lama dan menjadi bagian kehidupan manusia,” kata Dian dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu (15/7/2026).
Anak Muda Mencari Peluang di Luar Negeri
Dian menilai globalisasi membuka akses informasi yang lebih luas. Masyarakat kini dapat dengan mudah mengetahui peluang pendidikan, pekerjaan, dan kualitas hidup di berbagai negara.
Karena itu, banyak anak muda mulai mencari kesempatan berkarier di luar negeri. Bahkan, narasi “kabur aja dulu” yang ramai di media sosial menunjukkan kegelisahan sebagian generasi muda terhadap masa depan mereka.
“Ketika banyak anak muda memilih keluar negeri hingga mempertimbangkan pindah kewarganegaraan, pemerintah perlu melihatnya sebagai sinyal penting. Apalagi jika kondisi itu terjadi dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat,” ujarnya.
Pemerintah Perlu Ciptakan Peluang Lebih Baik
Dian meminta pemerintah mengkaji secara mendalam faktor-faktor yang mendorong masyarakat meninggalkan Indonesia. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas kesempatan pengembangan karier.
Menurutnya, Indonesia berisiko kehilangan banyak talenta unggul jika berbagai persoalan tersebut tidak segera diatasi.
Prabowo Ajak Masyarakat Bangun Indonesia Bersama
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia. Dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo menegaskan bahwa masyarakat harus bersatu dan bergotong royong membangun bangsa.
“Yang ragu-ragu silakan duduk di rumah aja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, silakan, tidak ada yang melarang,” kata Prabowo.
Ia juga mengajak masyarakat meninggalkan sikap dengki, curiga, dan kebiasaan mencaci. Menurutnya, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang saling mengasihi, memahami, dan membantu sesama.













Komentar