Adainfohitz.com, JAKARTA – Keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang membatalkan gol Mesir saat menghadapi Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu perdebatan luas. Suporter, pengamat, hingga jurnalis internasional mempertanyakan keputusan tersebut karena mereka menilai VAR mengubah jalannya pertandingan.
Media Inggris Mirror ikut menyoroti kontroversi itu. Dalam laporannya, Mirror mengungkap banyak pendukung menduga FIFA ingin menjaga Lionel Messi tetap bertahan di Piala Dunia 2026. Namun, media tersebut menegaskan bahwa tuduhan itu hanya berasal dari opini penggemar dan tidak memiliki bukti.
“Timnas Argentina, yang dipimpin Lionel Messi, merupakan salah satu daya tarik utama Piala Dunia. Sejumlah pendukung mengklaim FIFA secara tidak langsung berusaha mempertahankan salah satu bintang terbesar turnamen tetap berada dalam kompetisi,” tulis Mirror.
VAR Ubah Jalannya Pertandingan
Argentina sempat tertinggal 0-2 setelah Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti. Yasser Ibrahim membuka keunggulan Mesir, lalu Mustafa Ziko menggandakan skor.
Namun, wasit François Letexier membatalkan gol kedua Ziko setelah menerima rekomendasi dari ruang VAR. Ia meninjau dugaan pelanggaran yang terjadi pada awal proses serangan sebelum menetapkan gol itu tidak sah.
Keputusan itu memicu kritik. Banyak pengamat menilai VAR memeriksa insiden yang terjadi lebih dari 20 detik sebelum gol tercipta. Mereka menganggap pemeriksaan tersebut terlalu jauh dari fase akhir serangan.
Suporter Ramai Kritik VAR
Ribuan pengguna media sosial X langsung membahas keputusan tersebut. Banyak di antara mereka mempertanyakan konsistensi penerapan VAR.
Sebagian pengguna menilai keputusan itu menguntungkan Argentina. Beberapa lainnya bahkan menuduh turnamen sengaja berpihak kepada Messi. Meski begitu, mereka tidak menyertakan bukti atas tuduhan tersebut.
Momentum pertandingan berubah setelah pembatalan gol itu. Messi mencetak gol penyeimbang, kemudian Enzo Fernández memastikan kemenangan Argentina 3-2 lewat gol pada masa injury time. Hasil itu membawa Argentina melaju ke babak perempat final.
Jurnalis Internasional Soroti Keputusan Wasit
Sejumlah jurnalis sepak bola internasional juga mengkritik penggunaan VAR dalam pertandingan tersebut.
Koresponden Sky Sports, Rob Harris, mengakui keputusan itu sesuai aturan. Namun, ia menilai penerapannya tidak sejalan dengan tujuan utama VAR.
“Pembatalan gol Mesir sesuai dengan peraturan teknologi video, tetapi teknologi dalam sepak bola tidak diciptakan untuk mundur sejauh itu guna meninjau pelanggaran kecil yang tidak terkait langsung dengan fase akhir serangan balik,” ujar Harris.
Koresponden BBC, Dale Johnson, menyampaikan pendapat serupa. Menurutnya, keputusan tersebut tidak konsisten dengan standar penerapan VAR selama turnamen berlangsung.
“Gol Mesir yang dianulir benar-benar bertentangan dengan cara pertandingan di turnamen ini dijalankan. Anda tidak bisa membiarkan kontak fisik ringan tanpa pelanggaran, lalu membatalkan gol melalui VAR hanya karena tarikan ringan pada jersey,” katanya.
Jurnalis senior Inggris, Henry Winter, juga menyampaikan kritik melalui sindiran.
“Seandainya VAR mundur satu langkah lagi dalam serangan Mesir itu, ia akan menemukan Tutankhamun ikut terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Kesimpulan
Keputusan VAR yang membatalkan gol Mesir memicu kontroversi besar di Piala Dunia 2026. Banyak suporter dan jurnalis mempertanyakan cara wasit menerapkan VAR, meski keputusan tersebut tetap mengacu pada aturan yang berlaku.













Komentar