http://Adainfohitz.com, Chengdu – China meluncurkan model operasi pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama untuk basis energi terpadu tenaga air, angin, dan surya berkapasitas 10 juta kilowatt, Kamis (16/7). Langkah ini memperkuat pemanfaatan AI dalam pengelolaan energi bersih berskala besar.
Yalong River Hydropower Development Company mengembangkan teknologi tersebut untuk basis energi bersih terpadu Sungai Yalong di Provinsi Sichuan, China barat daya.
Model AI itu membantu prakiraan energi, penjadwalan sistem tenaga, pengoperasian pembangkit, dan perdagangan listrik. Sistem juga mengoordinasikan sumber daya tenaga air, angin, dan surya secara lebih efisien.
AI Tingkatkan Akurasi Pengelolaan Energi
Pengembang membangun model ini menggunakan infrastruktur komputasi domestik. Mereka juga memanfaatkan pusat komputasi cerdas pertama di China yang berada di dalam gua dataran tinggi.
Teknologi tersebut memperpanjang prakiraan aliran sungai dari sekitar 10 hari menjadi 60 hari. Sistem juga menyesuaikan operasi waduk secara real time.
Selain itu, AI mampu mendeteksi gangguan pada peralatan fotovoltaik dengan akurasi lebih dari 96 persen.
Akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan China, Chen Deliang, mengatakan model ini menghubungkan prakiraan sumber daya dengan keputusan operasional. Menurutnya, teknologi itu mendorong pengelolaan energi yang lebih prediktif dan berbasis data.
Perkuat Transisi Energi Hijau
Cekungan Sungai Yalong menjadi salah satu pusat energi bersih terbesar di China. Kawasan ini diproyeksikan memiliki kapasitas terpasang mencapai 78 juta kilowatt pada 2035.
Wakil Presiden China Renewable Energy Engineering Institute, Zhao Zenghai, menyebut model tersebut sebagai solusi cerdas pertama untuk basis energi bersih berkapasitas 10 juta kilowatt.
Ia menilai teknologi itu dapat menjadi contoh bagi proyek lain. Menurutnya, AI juga akan mempercepat transisi menuju energi hijau.
Sebelumnya, China meluncurkan 51 skenario penerapan “AI+Energi” pada Mei lalu. Program itu mendorong pemanfaatan AI di berbagai sektor energi.
Para pakar menilai integrasi AI dan energi akan meningkatkan efisiensi serta ketahanan sistem energi. Langkah tersebut juga memperkuat daya saing industri dan mendukung ketahanan energi China.













Komentar