Bareskrim Tangkap Sembilan Tersangka Penyerangan di Katingan

Avatar photo

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 23:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, JAKARTABareskrim Polri mengungkap kronologi penangkapan sembilan tersangka yang menyerang personel Satresnarkoba Polres Katingan. Serangan itu menewaskan tiga anggota polisi saat mereka menggerebek rumah yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengatakan tim gabungan mulai memburu para pelaku sejak 2 Juli 2026. Upaya tersebut berakhir setelah tim berhasil menangkap tiga tersangka utama di Kalimantan Timur.

“Pengungkapan kasus ini berkaitan dengan peredaran sabu dan penganiayaan berat terhadap personel Polres Katingan. Akibat peristiwa tersebut, tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan meninggal dunia saat menjalankan tugas,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).

Penggerebekan Berujung Penyerangan

Personel Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek rumah milik Bio di Desa Tumbang Kalemei. Polisi menduga Bio menggunakan rumah tersebut sebagai lokasi transaksi sekaligus tempat penyalahgunaan sabu.

Saat penggerebekan berlangsung, para pelaku menyerang petugas dengan senjata api rakitan dan senjata tajam. Serangan itu menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang sedang menjalankan tugas.

Baca Juga :  Kapolres Sarolangun Resmikan Bedah Rumah

Setelah kejadian tersebut, Subdirektorat IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membantu Polda Kalimantan Tengah memburu para pelaku. Tim gabungan kemudian menyisir sejumlah wilayah untuk menemukan seluruh anggota kelompok tersebut.

Tim Gabungan Memburu Para Pelaku

Pengejaran pertama membuahkan hasil saat tim gabungan menangkap Saldy alias Ateng di bantaran Sungai Desa Tumbang Pariyei pada Jumat (3/7/2026). Sehari berikutnya, polisi kembali meringkus Dea Nabila dan Isnan Melani Pebriansyah alias Roby di lokasi berbeda. Operasi kemudian berlanjut pada Minggu (5/7/2026), ketika petugas menemukan Nimu yang bersembunyi di sebuah pondok lalu langsung menangkapnya.

Pada Minggu (5/7/2026), petugas menemukan Nimu yang bersembunyi di sebuah pondok lalu langsung menangkapnya. Setelah itu, tim melanjutkan pengejaran hingga ke Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pada Selasa malam (7/7/2026), petugas menangkap Ahmad Riyadi Saputra alias Yadi dan M. Lupie. Keterangan dari keduanya membantu penyidik melacak lokasi persembunyian tiga tersangka utama.

Polisi Ringkus Tiga Tersangka Utama

Tim gabungan berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Timur dan Polresta Samarinda untuk menutup jalur pelarian para tersangka. Petugas kemudian menghentikan kendaraan travel yang membawa mereka di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Rabu (8/7/2026).

Baca Juga :  DPRD Jambi Soroti Pungutan Sekolah

Petugas langsung menangkap Bio, Ramblan alias Busu, dan Perie. Penyidik meyakini ketiganya berperan dalam penyerangan terhadap personel kepolisian menggunakan senjata api rakitan dan senjata tajam.

Dalam pemeriksaan awal, Bio mengakui bahwa ia menggunakan rumahnya sebagai lokasi transaksi dan penyalahgunaan sabu. Ia juga mengaku memperoleh pasokan sabu dari seseorang di Pontianak melalui sistem kurir.

Penyidik Terus Memburu Tiga DPO

Meski sudah menangkap sembilan tersangka, penyidik terus memburu tiga pelaku lainnya yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Pia alias Diyon, Darius alias Iyus, dan Ilue.

“Penyidik masih melakukan pengembangan penyelidikan terhadap pelaku yang berstatus Daftar Pencarian Orang,” ujar Eko.

Menurut Eko, ketiga pelaku tersebut ikut menyerang petugas dan membuang jenazah ketiga korban ke sungai.

Sebelumnya, Aipda Yudhi Perdana Putra, Aiptu Sumariyanto, dan Bripda Nopandri Ramadhana gugur saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah.

Berita Terkait

Polisi Telusuri Keberadaan Jesslyn Wijaya
Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Motor Listrik Nasional
DPR Minta Evaluasi Sekolah Negeri yang Sepi Peminat
Presiden Prabowo Segera Tetapkan Jampidsus Baru
KPK Dalami Dugaan Setoran di Sejumlah Kantor Imigrasi
Wali Kota Alfin Audiensi dengan BPLH Bahas Batas TNKS
Hotman Paris Minta Maaf Usai Ditegur Dewan Pers
Kemlu Pulangkan 1.203 WNI dari Myanmar
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:10 WIB

Polisi Telusuri Keberadaan Jesslyn Wijaya

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:32 WIB

Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Motor Listrik Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:04 WIB

DPR Minta Evaluasi Sekolah Negeri yang Sepi Peminat

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:40 WIB

Presiden Prabowo Segera Tetapkan Jampidsus Baru

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:37 WIB

KPK Dalami Dugaan Setoran di Sejumlah Kantor Imigrasi

Berita Terbaru

Piala Dunia 2030 berlangsung pada 8 Juni-21 Juli 2030 dengan enam negara tuan rumah. Simak jadwal, format, dan daftar negara penyelenggara turnamen bersejarah ini.

Showbiz

Piala Dunia 2030: Jadwal dan Daftar 6 Negara Tuan Rumah

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:37 WIB

Pemandangan Bumi, sebagian tersembunyi di balik Bulan, yang diabadikan melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion oleh awak Artemis II, pada 7 April 2026. Foto: NASA/ via REUTERS

Showbiz

Hidup di Pangkalan Bulan Berpotensi Ubah Psikologi Manusia

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:18 WIB

Marvel merilis trailer perdana Avengers: Doomsday yang menampilkan kembalinya Steve Rogers dan ancaman Doctor Doom. Film tayang di bioskop pada 18 Desember 2026.

Showbiz

Marvel rilis trailer perdana Avengers: Doomsday

Rabu, 22 Jul 2026 - 13:18 WIB

Manga Kagurabachi resmi diadaptasi menjadi anime dan dijadwalkan tayang pada April 2027. Teaser perdana telah dirilis dengan Takeru Hokazono sebagai supervisor.

Lifestyle

Manga Kagurabachi Resmi Diadaptasi Jadi Anime

Rabu, 22 Jul 2026 - 12:01 WIB