Bakteri E. coli Ditemukan dalam Program MBG

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap temuan bakteri E. coli pada sejumlah sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis. BGN memperketat standar higiene dan sanitasi dapur MBG.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap temuan bakteri E. coli pada sejumlah sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis. BGN memperketat standar higiene dan sanitasi dapur MBG.

Adainfohitz.com, JakartaMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan tersebut menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sejumlah sampel makanan.

Bakteri itu tidak hanya ditemukan pada buah semangka, tetapi juga pada beberapa jenis makanan lain yang disajikan dalam program MBG. Kementerian Kesehatan kemudian menyampaikan hasil pemeriksaan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem keamanan pangan.

Kemenkes Temukan Bakteri E. coli

Budi menjelaskan tim Kementerian Kesehatan langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dugaan keracunan. Tim kemudian mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan bagi Sistem Penyiapan dan Penyajian Gizi (SPPG).

“Ada beberapa makanan yang mengandung bakteri E. coli, bukan hanya semangka. Kami sudah memberi masukan kepada BGN terkait permasalahan di SPPG,” kata Budi saat konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga :  BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya

Budi juga mengapresiasi langkah cepat Kepala BGN Sudaryono dalam menindaklanjuti setiap masukan. Menurutnya, BGN turut melibatkan para ahli untuk memperkuat sistem keamanan pangan di seluruh dapur MBG.

BGN Percepat Pemenuhan Standar Sanitasi

Budi mengatakan BGN terus mempercepat pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di seluruh dapur MBG. Langkah tersebut penting karena jumlah dapur penyedia makanan terus bertambah.

Sudaryono menetapkan batas waktu hingga 10 Agustus 2026 bagi seluruh dapur MBG yang belum memiliki SLHS. Setelah tenggat berakhir, BGN akan menutup permanen dapur yang tidak memenuhi persyaratan.

Menurut Sudaryono, SLHS menjadi syarat wajib bagi setiap dapur MBG. Karena itu, BGN tidak memberikan toleransi kepada dapur yang mengabaikan standar higiene dan sanitasi.

Baca Juga :  LPDB Salurkan Rp55 Miliar Dukung PMI ke Jepang

BGN Terapkan Zero Tolerance

BGN juga menghentikan sementara operasional setiap dapur yang diduga menjadi sumber keracunan. Dinas Kesehatan kemudian memeriksa sampel makanan di laboratorium dengan pengawasan Kementerian Kesehatan. Tim investigasi selanjutnya mencari penyebab kejadian secara menyeluruh.

Sudaryono menegaskan BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap setiap kasus keracunan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan melindungi keselamatan, kesehatan, dan keamanan seluruh anak penerima manfaat.

Kasus di Jayapura dan Semarang

Kasus dugaan keracunan yang menjadi perhatian terjadi di Distrik Depapre, Jayapura, dan SMK Negeri 6 Semarang. Pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sejumlah sampel makanan.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan, meningkatkan standar sanitasi dapur, serta mencegah kejadian serupa pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

 

Berita Terkait

Polisi Ungkap Jaringan Curanmor Lintas Daerah di Merangin
Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah
Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera
Kemenekraf Dukung Pengembangan Board Game Indonesia
Harga Pertalite Rp10.000, APBN Tanggung Selisih
Pemkot Sungai Penuh Bahas Tindak Lanjut Ranperda
Polres Sarolangun raih penghargaan IKPA Sempurna 2026
Ngopi Kamtibmas Humanis Kapolres Kerinci
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Polisi Ungkap Jaringan Curanmor Lintas Daerah di Merangin

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:32 WIB

Harga Pertalite Rp10.000, APBN Tanggung Selisih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pemkot Sungai Penuh Bahas Tindak Lanjut Ranperda

Berita Terbaru

Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menyiapkan dan menyalurkan bantuan air bersih bagi pelanggan terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

Daerah

Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:04 WIB

Polisi menangkap terduga pelaku jaringan curanmor lintas daerah di Merangin. Enam lokasi dan tujuh sepeda motor masuk dalam pengembangan kasus.

Kriminal

Polisi Ungkap Jaringan Curanmor Lintas Daerah di Merangin

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:56 WIB

Kabut asap karhutla mulai mengganggu kualitas udara Jambi. Pemprov Jambi mempertimbangkan masker dan meliburkan PAUD jika kondisi memburuk.

Daerah

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:46 WIB

Kabupaten Kerinci meraih Terbaik II Program 3 Juta Rumah Regional Sumatera 2026 dan mendapat alokasi 250 unit bedah rumah.

Daerah

Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:18 WIB

Sungai Penuh meraih Terbaik II akses layanan pendidikan Regional Sumatera 2026 dan mendapat insentif fiskal Rp1,5 miliar.

Daerah

Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:00 WIB