Adainfohitz.com, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong perempuan perdesaan mengambil peran lebih besar dalam menghadapi perubahan iklim. Upaya ini dilakukan melalui penguatan ketahanan pangan, kepemimpinan komunitas, dan pengembangan ekonomi hijau.
Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, mengatakan perempuan perdesaan memiliki peran strategis dalam menjaga sumber daya alam. Mereka juga berkontribusi memperkuat ketahanan pangan dan membantu masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.
“Perempuan perdesaan berperan penting menjaga ketahanan pangan dan mengelola sumber daya alam. Mereka juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” kata Amurwani dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
Perempuan Desa Hadapi Dampak Perubahan Iklim
Amurwani menjelaskan, perubahan iklim menghadirkan berbagai tantangan bagi perempuan perdesaan. Dampaknya antara lain kekeringan, banjir, gagal panen, dan keterbatasan akses terhadap sumber daya produktif.
Kondisi tersebut dapat mengancam mata pencaharian keluarga dan mengganggu ketahanan pangan. Selain itu, keterbatasan akses terhadap sumber daya juga dapat menyulitkan perempuan beradaptasi dengan perubahan iklim.
Karena itu, Amurwani menekankan pentingnya perspektif gender dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program aksi iklim. Langkah ini diperlukan agar pemerintah dapat mempertimbangkan kebutuhan, pengalaman, dan kerentanan perempuan secara adil.
“Perspektif gender harus terintegrasi dalam kebijakan dan program aksi iklim agar kebutuhan perempuan terpenuhi secara adil. Pengalaman dan kerentanan perempuan perlu menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan aksi iklim yang inklusif,” ujarnya.
Perkuat Kepemimpinan dan Ekonomi Hijau
Untuk menjawab tantangan tersebut, KemenPPPA mendorong penguatan kapasitas dan kepemimpinan perempuan perdesaan. Pemerintah juga menilai pentingnya memperluas kesempatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan akses terhadap pendanaan iklim.
Selain itu, perempuan perlu memperoleh dukungan untuk mengembangkan pertanian cerdas iklim dan usaha berbasis ekonomi hijau. Kedua sektor tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Amurwani mengajak seluruh pemangku kepentingan memperluas ruang bagi perempuan perdesaan untuk berkontribusi dalam aksi iklim. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menghadapi dampak perubahan iklim, tetapi juga berperan aktif dalam merancang dan menjalankan solusi berkelanjutan.
“Mari perkuat kapasitas, kepemimpinan, dan kemandirian perempuan perdesaan untuk mewujudkan ketahanan iklim yang berkeadilan. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan menjadi kunci menghadapi perubahan iklim secara berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui langkah tersebut, KemenPPPA mendorong pembangunan berkelanjutan yang melibatkan perempuan secara setara. Penguatan peran perempuan perdesaan diharapkan turut mendukung ketahanan pangan, pelestarian sumber daya alam, dan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.













Komentar