Muhaimin Luncurkan Pembangunan 10 Ribu MCK

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memberikan sambutan pada peluncuran program pembangunan 10 ribu MCK untuk pesantren se-Indonesia yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 4 Agustus 2026 (Foto: Humas Kemenko PM)

Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memberikan sambutan pada peluncuran program pembangunan 10 ribu MCK untuk pesantren se-Indonesia yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 4 Agustus 2026 (Foto: Humas Kemenko PM)

Adainfohitz.com, CIANJURPemerintah mulai membangun 10.000 kamar mandi, cuci, kakus (MCK) di pondok pesantren seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup santri melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang layak.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memulai pembangunan tersebut dengan melakukan groundbreaking di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

Muhaimin menegaskan transformasi pesantren harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar. Karena itu, pemerintah memprioritaskan penyediaan lingkungan yang sehat dan fasilitas sanitasi yang memadai.

“Transformasi pesantren harus dimulai dari sanitasi yang layak demi menciptakan generasi sehat, produktif, dan berdaya. Santri harus belajar di lingkungan sehat, bersih, dan bermartabat,” ujarnya.

Hasil Audit Jadi Dasar Program

Muhaimin menjelaskan program 10 ribu MCK merupakan tindak lanjut hasil audit terhadap 80 pondok pesantren di sembilan provinsi. Audit tersebut mengevaluasi kondisi bangunan, ketersediaan air minum, serta sistem sanitasi.

Baca Juga :  Ngopi Kamtibmas Humanis Kapolres Kerinci

Hasil audit menunjukkan 97,5 persen bangunan pesantren belum memenuhi standar penyediaan air minum. Selain itu, belum ada pesantren yang memenuhi standar pengelolaan air limbah domestik. Banyak fasilitas MCK juga belum sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menurut Muhaimin, kondisi tersebut menunjukkan tiga persoalan utama. Pertama, kualitas sanitasi masih rendah. Kedua, jumlah MCK masih terbatas. Ketiga, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas belum optimal.

Ia menilai persoalan tersebut dapat mengganggu kesehatan santri sekaligus menghambat proses belajar.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Usulkan Dukungan BNPB

Dukung Peningkatan Kualitas Santri

Muhaimin menegaskan pembangunan fasilitas sanitasi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sanitasi yang baik akan mendukung kesehatan, pendidikan, dan produktivitas para santri.

Selain itu, ia menilai pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, dan pembinaan karakter bangsa. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat peran tersebut melalui berbagai program.

“Membangun pesantren bukan hanya membangun gedung, tetapi juga meningkatkan kualitas manusianya. Ketika santri sehat, proses belajar berjalan baik dan produktivitas meningkat,” katanya.

Muhaimin optimistis program pembangunan 10 ribu MCK akan membantu pesantren menjalankan fungsinya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusinya bagi pembangunan bangsa.

 

Berita Terkait

Formasi Dewan Komisioner OJK Lengkap, Sarjito Masuk
Pemerintah Waspadai Harga Minyak Naik
BGN Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG
RRI dan SMSI Bagikan 10 Ribu Masker Hadapi Kabut Asap
Pemerintah Siapkan BRI dan BSI Buka Rekening 200 Juta Warga
Mobil Dinas Dinkes Kerinci Lagi-Lagi Terjaring Razia Pajak
BGN Tutup 1.999 Dapur SPPG Penyedia MBG
DPR Soroti Tumpang Tindih SNI dan ISPO
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:01 WIB

Formasi Dewan Komisioner OJK Lengkap, Sarjito Masuk

Kamis, 10 September 2026 - 22:27 WIB

Pemerintah Waspadai Harga Minyak Naik

Kamis, 10 September 2026 - 21:04 WIB

BGN Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG

Kamis, 10 September 2026 - 06:28 WIB

Pemerintah Siapkan BRI dan BSI Buka Rekening 200 Juta Warga

Rabu, 9 September 2026 - 23:27 WIB

Mobil Dinas Dinkes Kerinci Lagi-Lagi Terjaring Razia Pajak

Berita Terbaru

Formasi Dewan Komisioner OJK kini lengkap dengan masuknya Sarjito sebagai anggota sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Pemerintahan

Formasi Dewan Komisioner OJK Lengkap, Sarjito Masuk

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar saat memberikan keynote speech dalam Workshop Internasional Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XII di Bappenas, Jakarta, Kamis 10 September 2026 (Foto: BPOM)

Kesehatan

BPOM Dorong Regulasi Keamanan Pangan Berbasis Risiko

Jumat, 11 Sep 2026 - 06:47 WIB

Pemain Garudayaksa FC,David Maulana saat merayakan golnya saat jumpa Java United di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu 6 September 2026. (Foto: Garudayaksa FC)

Sport

Garudayaksa FC Bidik Tiga Poin Lawan Persik

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB

Dokumentasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kesempatan media briefing di Kantor Kemenkeu (Foto:RRI/Magdalena Krisnawati)

Internasional

Pemerintah Waspadai Harga Minyak Naik

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:27 WIB

BGN menyambut rekomendasi Menteri HAM Natalius Pigai untuk memperkuat mekanisme pemulihan masyarakat terdampak Program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintahan

BGN Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:04 WIB