Adainfohitz.com, Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh menggelar kegiatan Pengukuhan dan Pembaretan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Aceh pada Minggu (14/06/2026). Agenda ini menjadi langkah awal pembentukan karakter dan kesiapan CPNS sebagai insan Pemasyarakatan.
Kegiatan diawali dengan Apel Pembukaan yang dipimpin Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh, Yusrizal. Dalam amanatnya, ia menegaskan pentingnya menanamkan nilai dasar ASN, kedisiplinan, serta semangat pengabdian sejak awal menjalankan tugas. Menurutnya, CPNS harus mampu menjadi aparatur yang berintegritas dan menjaga nama baik institusi.
Yusrizal menyampaikan bahwa kegiatan pembaretan bukan hanya sekadar seremoni, tetapi bagian dari proses pembentukan mental dan karakter pegawai. Ia meminta para CPNS menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Nilai loyalitas, tanggung jawab, serta profesionalisme harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas.
Selama kegiatan berlangsung, para CPNS mengikuti berbagai rangkaian pembinaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan individu dan kerja sama tim. Materi yang diberikan meliputi Wawasan Kebangsaan, pelatihan kerja sama kelompok, serta pembekalan ketahanan fisik dan mental. Seluruh kegiatan dirancang untuk membentuk pegawai yang siap menghadapi dinamika tugas Pemasyarakatan.
Melalui pembinaan tersebut, CPNS diharapkan mampu memahami pentingnya solidaritas dan jiwa korsa dalam lingkungan kerja. Mereka juga dibekali kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi yang dihadapi dalam pelayanan publik. Hal ini menjadi bagian penting dalam menciptakan aparatur Pemasyarakatan yang tangguh dan profesional.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pembaretan yang dipimpin Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Yan Rusmanto. Prosesi tersebut menjadi simbol resmi diterimanya CPNS sebagai bagian dari keluarga besar Pemasyarakatan. Pembaretan juga menjadi bentuk komitmen moral dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.
Dalam arahannya, Yan Rusmanto menegaskan bahwa baret yang dikenakan para CPNS memiliki makna tanggung jawab dan dedikasi. Ia mengingatkan agar seluruh peserta senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai Pemasyarakatan. Setiap pegawai diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan berakhirnya kegiatan pengukuhan dan pembaretan, CPNS Kanwil Ditjenpas Aceh resmi memulai perjalanan pengabdian sebagai aparatur negara. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi Pemasyarakatan yang disiplin, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Para CPNS diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta semangat pengabdian.










Komentar