P2G Tolak Hibah Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, Jakarta –  Organisasi itu menilai usulan tersebut tidak etis karena Kejaksaan AgungPerhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menolak usulan hibah ribuan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) kepada guru honorer. masih menyidik dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN tahun 2025.

P2G Soroti Status Hukum Motor Listrik

Koordinator P2G Satriwan Salim mengatakan DPR sebaiknya tidak menghibahkan motor listrik sebelum penyidik menyelesaikan proses hukum. Menurut dia, pemerintah harus menghormati proses penyidikan agar tidak memunculkan persoalan baru.

“Kami menolak tegas usulan DPR memberikan ribuan motor. Selain tidak etis, proses hukum dugaan korupsi di BGN masih berlangsung sehingga status aset tersebut belum jelas,” kata Satriwan di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Satriwan mengibaratkan persoalan itu sebagai sesuatu yang masih bersifat syubhat atau belum memiliki kejelasan. Ia meminta semua pihak menunggu hasil penyidikan sebelum mengambil keputusan mengenai pemanfaatan kendaraan tersebut.

Baca Juga :  Polda Riau Kampanyekan Keselamatan dan Green Policing

Hibah Dinilai Berpotensi Ganggu Penyidikan

Satriwan menilai hibah motor listrik dapat menghambat penyidikan. Menurut dia, pemerintah sebaiknya mempertahankan status aset hingga aparat penegak hukum merampungkan proses investigasi.

“Alih-alih membantu guru honorer, kebijakan ini justru menghadirkan persoalan baru dan dikhawatirkan menghambat proses investigasi,” ujarnya.

Ia juga meminta DPR memusatkan perhatian pada penyelesaian kasus hukum, bukan pada penyaluran kendaraan kepada guru honorer.

Guru Honorer Butuh Gaji dan Status Kerja

P2G menegaskan guru honorer lebih membutuhkan kepastian gaji, status kerja, dan jenjang karier daripada bantuan kendaraan. Satriwan menyebut banyak guru honorer masih menerima penghasilan sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu setiap bulan.

“Yang diharapkan guru honorer adalah kepastian upah setiap bulan, status yang jelas, dan kesejahteraan yang lebih baik. Bukan pemberian motor, apalagi aset yang masih terkait perkara korupsi,” tegasnya.

Baca Juga :  Wako Alfin Dorong Tertib Adminduk Lewat Pemusnahan KTP Rusak

DPR Dukung Pemanfaatan Kendaraan

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mendukung usulan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari untuk memanfaatkan ribuan motor listrik yang negara beli melalui anggaran BGN. Salah satu opsi yang mereka usulkan ialah memberikan kendaraan tersebut kepada guru honorer di berbagai daerah.

“Saya setuju motor listrik tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin karena sudah dibayar oleh negara,” kata Yahya kepada wartawan pada Jumat (19/6/2026).

Perbedaan pandangan itu muncul karena kedua pihak memiliki fokus yang berbeda. DPR ingin memanfaatkan aset negara, sedangkan P2G meminta pemerintah mengutamakan penyelesaian perkara hukum serta meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Berita Terkait

Speedboat Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Warga Pondok Agung Antusias Ikuti Sosialisasi HAM
Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi
Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah
Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera
Kemenekraf Dukung Pengembangan Board Game Indonesia
Harga Pertalite Rp10.000, APBN Tanggung Selisih
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:38 WIB

Speedboat Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera

Berita Terbaru

DPR menyoroti pembagian fungsi SNI dan ISPO agar tidak terjadi tumpang tindih sertifikasi, sekaligus melindungi pekebun kecil. *RRI

Pemerintahan

DPR Soroti Tumpang Tindih SNI dan ISPO

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:01 WIB

OMI 2026 Kabupaten Kerinci mulai berlangsung di MAN 3 Kerinci. Hari pertama kompetisi berjalan lancar, tertib, dan kondusif.

Pendidikan

OMI 2026 Tingkat Kabupaten Kerinci Resmi Dimulai

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:11 WIB

Honda ADV Mystery Exploride Jambi mengajak puluhan bikers menikmati night adventure, camping, dan kebersamaan komunitas Honda di Camp PLMR.

Otomotif

Bikers Honda Jambi Nikmati Serunya Mystery Exploride

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:03 WIB

Speedboat membawa delapan orang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim SAR mengerahkan empat kapal untuk melakukan pencarian.

Nasional

Speedboat Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38 WIB

Astra Honda Racing Team membidik hasil terbaik di ARRC Sepang 2026. Simak target Rheza, Irfan, Herjun, dan Adenanta.

Otomotif

Astra Honda Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:08 WIB