Wali Kota Alfin Audiensi dengan BPLH Bahas Batas TNKS

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi bertemu BPLH RI untuk mempercepat penyelesaian tata batas TNKS demi mendukung investasi dan pengembangan Bukit Khayangan.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi bertemu BPLH RI untuk mempercepat penyelesaian tata batas TNKS demi mendukung investasi dan pengembangan Bukit Khayangan.

Adainfohitz.com, JAKARTA – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., bersama Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., melakukan audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Pertemuan itu bertujuan mempercepat penyelesaian pengukuhan tata batas kawasan hutan di Kota Sungai Penuh. Selain itu, kedua pihak membahas sinkronisasi data serta penyelesaian persoalan batas kawasan hutan dengan rencana tata ruang daerah.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi bertemu BPLH RI untuk mempercepat penyelesaian tata batas TNKS demi mendukung investasi dan pengembangan Bukit Khayangan.

Pemkot Soroti Dampak Perubahan Batas Kawasan Hutan

Dalam audiensi tersebut, Alfin menjelaskan bahwa terbitnya SK Nomor 6613 mengubah luas wilayah Kota Sungai Penuh. Perubahan itu terutama menyangkut kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Menurutnya, perubahan tersebut menghambat pengembangan infrastruktur pariwisata, termasuk destinasi Bukit Khayangan. Selain itu, proses perizinan, pembangunan infrastruktur, dan masuknya investasi daerah juga ikut terdampak.

Baca Juga :  Messi Pimpin Top Skor Piala Dunia

“Peninjauan kembali batas kawasan TNKS yang masuk ke kawasan destinasi wisata Bukit Khayangan sangat penting. Kondisi ini menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan objek wisata unggulan Kota Sungai Penuh yang telah dikenal sebagai salah satu dataran tinggi populer di Indonesia,” ujar Alfin.

Infrastruktur dan PAD Ikut Terdampak

Alfin mengatakan pembangunan sejumlah fasilitas wisata di Bukit Khayangan belum berjalan maksimal sejak SK tersebut berlaku. Pembangunan akses jalan juga menghadapi kendala karena belum adanya kepastian status batas kawasan hutan.

Menurutnya, kondisi itu ikut memengaruhi pengelolaan objek wisata. Akibatnya, pemerintah daerah mengalami hambatan dalam mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor rekreasi dan pariwisata.

Pemkot Terus Tempuh Langkah Konkret

Alfin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh telah lebih dulu melakukan audiensi dengan Kementerian Kehutanan RI pada 12 Januari 2026.

Baca Juga :  Sam Neill Bintang Jurassic Park Tutup Usia

Selanjutnya, Pemkot membentuk panitia penetapan tata batas sesuai arahan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH). Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proses pengukuhan batas kawasan hutan.

Melalui audiensi kali ini, Pemkot Sungai Penuh berharap pemerintah pusat memberikan dukungan penuh. Kepastian tata batas kawasan hutan diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan investasi, memperkuat sektor pariwisata, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Audiensi tersebut juga dihadiri sejumlah perangkat daerah Kota Sungai Penuh, di antaranya BAPPERIDA, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Sungai Penuh.

Berita Terkait

Nasi Samin, Kuliner Khas Indragiri Hilir Kaya Rempah dan Budaya
Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Motor Listrik Nasional
DPR Minta Evaluasi Sekolah Negeri yang Sepi Peminat
KPK Dalami Dugaan Setoran di Sejumlah Kantor Imigrasi
Rutan Kelas I Tangerang Ikuti Dialog Anak Binaan HAN 2026
Gubernur Al Haris Apresiasi Penyerahan Murid Baru Secara Adat
Kapolda Jambi Buka Pendidikan Bintara Polri SPKT
Hotman Paris Minta Maaf Usai Ditegur Dewan Pers
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:05 WIB

Nasi Samin, Kuliner Khas Indragiri Hilir Kaya Rempah dan Budaya

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:32 WIB

Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Motor Listrik Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:04 WIB

DPR Minta Evaluasi Sekolah Negeri yang Sepi Peminat

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:37 WIB

KPK Dalami Dugaan Setoran di Sejumlah Kantor Imigrasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:33 WIB

Rutan Kelas I Tangerang Ikuti Dialog Anak Binaan HAN 2026

Berita Terbaru

Piala Dunia 2030 berlangsung pada 8 Juni-21 Juli 2030 dengan enam negara tuan rumah. Simak jadwal, format, dan daftar negara penyelenggara turnamen bersejarah ini.

Showbiz

Piala Dunia 2030: Jadwal dan Daftar 6 Negara Tuan Rumah

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:37 WIB

Pemandangan Bumi, sebagian tersembunyi di balik Bulan, yang diabadikan melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion oleh awak Artemis II, pada 7 April 2026. Foto: NASA/ via REUTERS

Showbiz

Hidup di Pangkalan Bulan Berpotensi Ubah Psikologi Manusia

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:18 WIB

Marvel merilis trailer perdana Avengers: Doomsday yang menampilkan kembalinya Steve Rogers dan ancaman Doctor Doom. Film tayang di bioskop pada 18 Desember 2026.

Showbiz

Marvel rilis trailer perdana Avengers: Doomsday

Rabu, 22 Jul 2026 - 13:18 WIB

Manga Kagurabachi resmi diadaptasi menjadi anime dan dijadwalkan tayang pada April 2027. Teaser perdana telah dirilis dengan Takeru Hokazono sebagai supervisor.

Lifestyle

Manga Kagurabachi Resmi Diadaptasi Jadi Anime

Rabu, 22 Jul 2026 - 12:01 WIB