Kemlu Pulangkan 1.203 WNI dari Myanmar

Avatar photo

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 20:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Para WNI berhasil dievakuasi dari Myawaddy, Myanmar, ke Maesot, Thailand (Foto: Kemlu RI)

Ilustrasi - Para WNI berhasil dievakuasi dari Myawaddy, Myanmar, ke Maesot, Thailand (Foto: Kemlu RI)

Adainfohitz.com, JakartaKementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berhasil menyelamatkan dan memulangkan sebanyak 1.203 warga negara Indonesia (WNI) dari pusat-pusat penipuan daring (online scam) di Myanmar hingga Juli 2026. Pemerintah memfasilitasi pemulangan tersebut secara bertahap sejak 20 Februari hingga 16 Juli 2026 melalui jalur Thailand.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan keberhasilan itu merupakan hasil koordinasi berbagai kementerian, lembaga, serta perwakilan Indonesia di luar negeri.

Proses Pemulangan Berlangsung Bertahap

Heni menjelaskan pemerintah telah memulangkan 1.203 WNI dari pusat online scam di Myanmar melalui Thailand.

“Sejak 20 Februari hingga 16 Juli 2026, pemerintah Indonesia telah berhasil memfasilitasi pemulangan 1.203 WNI dari pusat-pusat online scam di Myanmar melalui Thailand,” ujar Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Pemerintah melibatkan KBRI Yangon, KBRI Bangkok, serta kementerian dan lembaga terkait dalam proses evakuasi. KBRI Bangkok memfasilitasi kepulangan para WNI melalui wilayah Thailand sehingga proses pemulangan dapat berjalan lebih lancar.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Panggil 60.896 Guru Ikuti PPG Tahap Dua

Tantangan Evakuasi di Wilayah Myanmar

Kemlu mengakui proses penyelamatan menghadapi tantangan besar. Sebagian besar korban berada di wilayah Myanmar yang tidak berada di bawah kendali efektif pemerintah setempat.

Kondisi tersebut membuat koordinasi dan evakuasi menjadi lebih rumit. Meski demikian, pemerintah terus mengupayakan penyelamatan WNI yang masih berada di lokasi tersebut.

Korban Terjebak Tawaran Kerja Bergaji Tinggi

Kemlu menemukan pola yang sama dalam sebagian besar kasus. Para korban berangkat melalui jalur nonprosedural karena tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi di Thailand.

Setelah tiba di Thailand, sindikat membawa mereka secara ilegal ke Myawaddy, Myanmar. Di sana, pelaku memaksa mereka bekerja di pusat penipuan daring.

Para korban juga mengalami berbagai bentuk eksploitasi. Pelaku menyita paspor mereka, membatasi kebebasan bergerak, melakukan intimidasi, hingga melakukan kekerasan. Sebagian korban bahkan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kemlu Minta Masyarakat Gunakan Jalur Resmi

Kemlu mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa prosedur resmi.

Baca Juga :  DPRD Jambi Soroti Pungutan Sekolah

Pemerintah meminta calon pekerja menggunakan jalur penempatan sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, masyarakat perlu memeriksa legalitas perusahaan sebelum menerima tawaran pekerjaan di luar negeri.

Menurut Heni, langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk melindungi masyarakat Indonesia dari eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang.

“Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk melindungi masyarakat Indonesia dari risiko eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang di luar negeri,” tegas Heni.

Imbauan Kemlu untuk Calon Pekerja Migran

Kemlu mengajak masyarakat agar selalu bersikap kritis terhadap setiap tawaran pekerjaan di luar negeri. Pemeriksaan legalitas perusahaan dan penggunaan jalur resmi menjadi langkah penting untuk menghindari penipuan.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi tanpa proses yang jelas sering kali menjadi modus sindikat perdagangan orang. Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.

 

Berita Terkait

Polisi Telusuri Keberadaan Jesslyn Wijaya
DPR Minta Evaluasi Sekolah Negeri yang Sepi Peminat
Presiden Prabowo Segera Tetapkan Jampidsus Baru
KPK Dalami Dugaan Setoran di Sejumlah Kantor Imigrasi
Rutan Kelas I Tangerang Ikuti Dialog Anak Binaan HAN 2026
Gubernur Al Haris Apresiasi Penyerahan Murid Baru Secara Adat
Bantuan Pangan Beras 30 Kg Disalurkan Agustus 2026
Bulog Sungai Penuh Serap 736 Ton Gabah Petani
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:10 WIB

Polisi Telusuri Keberadaan Jesslyn Wijaya

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:04 WIB

DPR Minta Evaluasi Sekolah Negeri yang Sepi Peminat

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:40 WIB

Presiden Prabowo Segera Tetapkan Jampidsus Baru

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:37 WIB

KPK Dalami Dugaan Setoran di Sejumlah Kantor Imigrasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:33 WIB

Rutan Kelas I Tangerang Ikuti Dialog Anak Binaan HAN 2026

Berita Terbaru

Piala Dunia 2030 berlangsung pada 8 Juni-21 Juli 2030 dengan enam negara tuan rumah. Simak jadwal, format, dan daftar negara penyelenggara turnamen bersejarah ini.

Showbiz

Piala Dunia 2030: Jadwal dan Daftar 6 Negara Tuan Rumah

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:37 WIB

Pemandangan Bumi, sebagian tersembunyi di balik Bulan, yang diabadikan melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion oleh awak Artemis II, pada 7 April 2026. Foto: NASA/ via REUTERS

Showbiz

Hidup di Pangkalan Bulan Berpotensi Ubah Psikologi Manusia

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:18 WIB

Marvel merilis trailer perdana Avengers: Doomsday yang menampilkan kembalinya Steve Rogers dan ancaman Doctor Doom. Film tayang di bioskop pada 18 Desember 2026.

Showbiz

Marvel rilis trailer perdana Avengers: Doomsday

Rabu, 22 Jul 2026 - 13:18 WIB

Manga Kagurabachi resmi diadaptasi menjadi anime dan dijadwalkan tayang pada April 2027. Teaser perdana telah dirilis dengan Takeru Hokazono sebagai supervisor.

Lifestyle

Manga Kagurabachi Resmi Diadaptasi Jadi Anime

Rabu, 22 Jul 2026 - 12:01 WIB