Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap karhutla mulai mengganggu kualitas udara Jambi. Pemprov Jambi mempertimbangkan masker dan meliburkan PAUD jika kondisi memburuk.

Kabut asap karhutla mulai mengganggu kualitas udara Jambi. Pemprov Jambi mempertimbangkan masker dan meliburkan PAUD jika kondisi memburuk.

Adainfohitz.com, JAMBI — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kini mempertimbangkan kebijakan meliburkan sekolah, terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), jika kondisi udara terus memburuk.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kualitas udara di sejumlah wilayah sudah mencapai ambang kurang sehat. Pemprov Jambi masih memantau kondisi tersebut sebelum mengambil kebijakan.

“Saya dapat informasi semalam, memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data ambang batas kurang sehat,” kata Al Haris, Rabu (12/8/2026).

Pemprov Jambi Pantau Kualitas Udara

Al Haris mengatakan pemerintah juga menyiapkan imbauan penggunaan masker jika kualitas udara tidak membaik dalam beberapa hari ke depan.

Pemprov Jambi juga mempertimbangkan kebijakan belajar bagi pelajar, khususnya anak PAUD. Pemerintah akan melihat tingkat risiko paparan kabut asap terhadap kelompok tersebut.

“Akan kita pantau beberapa hari ini. Kalau memang masih seperti itu, mungkin ada dari kami edaran kepada masyarakat untuk mulai menggunakan masker, dan kita juga memantau yang untuk PAUD apakah rawan, apakah diliburkan atau sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga :  Ditjenpas Jambi Resmikan Bedah Rumah Bersama BAZNAS

ISPU Muaro Jambi Masuk Kategori Tidak Sehat

Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 08.23 WIB, ISPU parameter PM2,5 di Kota Jambi mencapai angka 82. Angka tersebut masuk kategori sedang.

Kondisi berbeda terlihat di Kabupaten Muaro Jambi. ISPU PM2,5 mencapai angka 135 dan masuk kategori tidak sehat.

Data tersebut muncul saat petugas masih menangani karhutla di sejumlah wilayah Jambi. BPBD Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar mencapai 300,12 hektare.

Kepala BPBD Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan angka tersebut belum mencakup seluruh lahan terbakar. Petugas masih menangani sejumlah titik di Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Baca Juga :  Ditlantas Polda Jambi Gelar Bintek SALUD 2026

“Kalau sudah dilakukan pendinginan baru bisa. Tapi angkanya itu di atas 300 hektare lebih, karena Muaro Jambi belum masuk. Muaro Jambi diperkirakan di atas 50 hektare,” kata Bachyuni.

Arah Angin Diduga Bawa Asap

Kabut asap tipis juga menyelimuti Kota Jambi. Bachyuni menduga pergerakan angin turut memengaruhi kondisi tersebut.

Selain itu, kebakaran lahan terjadi di Desa Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Faktor arah angin juga bisa, dari tenggara ke utara. Di Medak (Sumsel) juga terbakar. Hanya saja kita tidak bisa menjustifikasi kalau asap itu, kita melihat arah anginnya dulu,” jelas Bachyuni.

Pemprov Jambi akan memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah juga menyiapkan langkah perlindungan masyarakat jika kondisi udara terus memburuk.

Langkah tersebut mencakup imbauan penggunaan masker hingga kemungkinan meliburkan kegiatan belajar bagi anak PAUD.

Berita Terkait

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung
SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari
TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai
Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita
Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS
Ledakan Tabung Gas di Tambak Tinggi, Tiga Warga Luka Bakar
Warga Pondok Agung Antusias Ikuti Sosialisasi HAM
Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:31 WIB

SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:02 WIB

TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita

Rabu, 30 September 2026 - 09:54 WIB

Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB