Polemik Seragam Gratis untuk Madrasah di Boyolali

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Boyolali membuka peluang memperluas program seragam gratis untuk siswa madrasah pada tahun depan melalui penataan ulang anggaran APBD.

Pemkab Boyolali membuka peluang memperluas program seragam gratis untuk siswa madrasah pada tahun depan melalui penataan ulang anggaran APBD.

Adainfohitz.com, Surakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali membuka peluang memperluas program seragam gratis bagi siswa madrasah pada tahun depan. Langkah ini muncul setelah program seragam gratis tahun ini mendapat respons positif dari masyarakat.

Program Masih Tahap Uji Coba

Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan pemerintah masih menguji program tersebut pada tahun ini. Pemkab menyesuaikan pelaksanaannya dengan kemampuan anggaran daerah.

Menurut Agus, pemerintah akan menata ulang anggaran untuk tahun depan. Tujuannya agar lebih banyak siswa bisa menerima bantuan seragam.

Ia juga membuka peluang memasukkan siswa madrasah ke dalam program tersebut. Pembahasan teknis akan melibatkan Sekretaris Daerah, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait.

Baca Juga :  Alwi Farhan Singkirkan Nishimoto di Jepang

Anggaran LKS Bisa Dialihkan

Agus menjelaskan, pemerintah sedang mengkaji beberapa pilihan. Salah satunya mengalihkan anggaran Lembar Kerja Siswa (LKS) menjadi anggaran seragam bagi siswa madrasah.

Pemerintah akan menentukan skema terbaik setelah seluruh pembahasan anggaran selesai.

PGIN Minta Perlakuan Setara

Sebelumnya, Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) menyampaikan usulan kepada Komisi IV DPRD Boyolali. Organisasi itu meminta pemerintah daerah memberi bantuan kepada sekolah di bawah Kementerian Agama.

Ketua Umum PGIN, Hadi Sutikno, menegaskan bahwa siswa madrasah juga merupakan warga Kabupaten Boyolali. Karena itu, mereka berhak memperoleh bantuan pendidikan dari APBD.

Baca Juga :  Bulog Sungai Penuh Serap 736 Ton Gabah Petani

Menurut Hadi, bantuan tidak hanya berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Pemerintah juga perlu memberikan bantuan seragam kepada siswa madrasah.

Ia menyebut jumlah siswa madrasah di Boyolali mencapai lebih dari 54 ribu orang. Mereka belajar di 438 lembaga pendidikan.

Hadi memperkirakan kebutuhan anggaran bantuan itu tidak sampai Rp5 miliar setiap tahun.

DPRD Siap Bahas Usulan

Komisi IV DPRD Boyolali menyambut baik usulan tersebut. DPRD akan membawa pembahasan itu ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Melalui pembahasan itu, DPRD berharap seluruh siswa di Boyolali mendapat kesempatan yang sama untuk menerima bantuan pendidikan.

Berita Terkait

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung
DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang
KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim
Indonesia dan Timor Leste Sepakati Perjanjian Investasi Bilateral
Kemenaker Siapkan Pusat Pelatihan Disabilitas 2027
SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari
TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai
Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:32 WIB

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Indonesia dan Timor Leste Sepakati Perjanjian Investasi Bilateral

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Kemenaker Siapkan Pusat Pelatihan Disabilitas 2027

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB