Adainfohitz.com, CIANJUR – Pemerintah mulai membangun 10.000 kamar mandi, cuci, kakus (MCK) di pondok pesantren seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup santri melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang layak.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memulai pembangunan tersebut dengan melakukan groundbreaking di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).
Muhaimin menegaskan transformasi pesantren harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar. Karena itu, pemerintah memprioritaskan penyediaan lingkungan yang sehat dan fasilitas sanitasi yang memadai.
“Transformasi pesantren harus dimulai dari sanitasi yang layak demi menciptakan generasi sehat, produktif, dan berdaya. Santri harus belajar di lingkungan sehat, bersih, dan bermartabat,” ujarnya.
Hasil Audit Jadi Dasar Program
Muhaimin menjelaskan program 10 ribu MCK merupakan tindak lanjut hasil audit terhadap 80 pondok pesantren di sembilan provinsi. Audit tersebut mengevaluasi kondisi bangunan, ketersediaan air minum, serta sistem sanitasi.
Hasil audit menunjukkan 97,5 persen bangunan pesantren belum memenuhi standar penyediaan air minum. Selain itu, belum ada pesantren yang memenuhi standar pengelolaan air limbah domestik. Banyak fasilitas MCK juga belum sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menurut Muhaimin, kondisi tersebut menunjukkan tiga persoalan utama. Pertama, kualitas sanitasi masih rendah. Kedua, jumlah MCK masih terbatas. Ketiga, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas belum optimal.
Ia menilai persoalan tersebut dapat mengganggu kesehatan santri sekaligus menghambat proses belajar.
Dukung Peningkatan Kualitas Santri
Muhaimin menegaskan pembangunan fasilitas sanitasi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sanitasi yang baik akan mendukung kesehatan, pendidikan, dan produktivitas para santri.
Selain itu, ia menilai pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, dan pembinaan karakter bangsa. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat peran tersebut melalui berbagai program.
“Membangun pesantren bukan hanya membangun gedung, tetapi juga meningkatkan kualitas manusianya. Ketika santri sehat, proses belajar berjalan baik dan produktivitas meningkat,” katanya.
Muhaimin optimistis program pembangunan 10 ribu MCK akan membantu pesantren menjalankan fungsinya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusinya bagi pembangunan bangsa.













Komentar