Adainfohitz.com, Kazan – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyerukan kerja sama yang lebih erat antara ASEAN dan Rusia. Ia mengajak kedua pihak menghadapi tantangan keamanan lintas negara, seperti kejahatan siber, terorisme, dan ancaman keamanan maritim.
Marcos menyampaikan seruan itu dalam KTT ASEAN–Rusia di Kazan, Rusia. Forum tersebut juga dihadiri Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dalam pidatonya, Marcos menegaskan bahwa ancaman transnasional tidak mengenal batas negara. Karena itu, negara-negara ASEAN dan Rusia perlu memberikan respons yang terkoordinasi. Menurutnya, kerja sama internasional menjadi kunci untuk menghadapi tantangan tersebut.
Marcos menempatkan keamanan sebagai prioritas utama dalam kemitraan ASEAN–Rusia. Setelah itu, kedua pihak perlu memperkuat kerja sama ekonomi dan hubungan antarmasyarakat.
Ia juga mendorong peningkatan keamanan maritim, kerja sama kontra-terorisme, dan ketahanan siber di kawasan. Selain itu, Marcos mengusulkan pendekatan yang lebih antisipatif agar kedua pihak dapat mencegah ancaman sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas kawasan dalam jangka panjang. Ia juga menilai hubungan perdagangan dan investasi ASEAN–Rusia terus berkembang, tetapi belum mencapai potensi maksimal.
Karena itu, Marcos mendorong fasilitasi perdagangan yang lebih baik, perluasan investasi, dan dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan bahwa perdagangan ASEAN dan Rusia meningkat sekitar 58 persen dalam sepuluh tahun terakhir.
Selain keamanan dan ekonomi, Marcos menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan energi. Ia menilai kedua sektor tersebut berperan strategis dalam menjaga stabilitas kawasan.
Marcos juga mendorong kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan. Program pertukaran pelajar, beasiswa, pariwisata, dan kebudayaan dapat mempererat hubungan antarmasyarakat. Menurutnya, hubungan tersebut menjadi fondasi paling berkelanjutan bagi kemitraan ASEAN–Rusia.
Pernyataan Marcos muncul setelah Putin menegaskan pentingnya hubungan dengan Asia Tenggara. Putin menilai hubungan tersebut dapat mendukung stabilitas kawasan Asia-Pasifik di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.










Komentar