Kekeringan Ancam DIY, Dua Daerah Siaga

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, Yogyakarta – Krisis air bersih kembali mengancam Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada musim kemarau 2026. Pemerintah Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul menetapkan status siaga darurat kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menetapkan status tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.

Pakar Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ani Hairani, menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi penyebab utama kekeringan yang terus berulang setiap musim kemarau. Penurunan curah hujan dan berkurangnya kemampuan lingkungan menyimpan cadangan air tanah turut memperparah kondisi tersebut.

Baca Juga :  Gunung Kawi Bantah Stigma Pesugihan, Fokus Wisata Religi

Ani menjelaskan tiga jenis kekeringan berdasarkan kajian ilmiah. Pertama, kekeringan meteorologis yang muncul akibat penurunan curah hujan. Kedua, kekeringan hidrologis yang terjadi karena ketersediaan air permukaan dan air tanah terus menurun. Ketiga, kekeringan pertanian yang muncul ketika kadar air di dalam tanah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan tanaman.

“Faktor utamanya berkaitan dengan curah hujan, tetapi perubahan iklim membuat dampaknya semakin besar,” ujar Ani dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).

Ani juga menjelaskan bahwa fenomena El Niño memperburuk kondisi kekeringan. Pemanasan global membuat dampak fenomena alam tersebut semakin besar. Akibatnya, musim kemarau berlangsung lebih lama, penguapan meningkat, dan curah hujan terus menurun.

Baca Juga :  Bakteri E. coli Ditemukan dalam Program MBG

“Kondisi itu mengurangi cadangan air di permukaan maupun di dalam tanah. Dampaknya, masyarakat dan sektor pertanian menghadapi keterbatasan pasokan air,” jelasnya.

Selain itu, perubahan iklim menggeser waktu datangnya musim hujan dan musim kemarau. Pergeseran tersebut membuat berbagai perencanaan pengelolaan sumber daya air tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurut Ani, kondisi tersebut memengaruhi pengelolaan waduk, jaringan irigasi, serta penyediaan air baku untuk kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat langkah adaptasi agar risiko kekeringan parah dapat ditekan.

Berita Terkait

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung
SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari
TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai
Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita
Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS
Ledakan Tabung Gas di Tambak Tinggi, Tiga Warga Luka Bakar
Warga Pondok Agung Antusias Ikuti Sosialisasi HAM
Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:31 WIB

SAR Temukan Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:02 WIB

TNKS Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sungai Penetai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Bulog Sungai Penuh Terima Tambahan 20 Ribu Liter Minyak Kita

Rabu, 30 September 2026 - 09:54 WIB

Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB