Adainfohitz.com, MERANGIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin meningkatkan kesiapsiagaan setelah satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 138 titik panas (hotspot) selama Januari hingga Juni 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Merangin, M. Sahiri, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel dan peralatan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BPBD juga terus memantau perkembangan titik panas di seluruh wilayah Merangin.
Data menunjukkan jumlah hotspot mengalami kenaikan pada Juni 2026. Januari mencatat 18 titik, Februari 18 titik, Maret 6 titik, April 10 titik, Mei 28 titik, dan Juni 58 titik. Selama enam bulan pertama 2026, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7,6 hektare.
M. Sahiri menjelaskan, BPBD segera memverifikasi setiap titik panas yang terdeteksi. Jika terjadi karhutla, petugas langsung menuju lokasi bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan.
BPBD Merangin menyiagakan tiga regu untuk menghadapi potensi karhutla. Setiap regu terdiri atas lima personel yang siap bergerak sewaktu-waktu.
Selain itu, BPBD meminta seluruh pemerintah kecamatan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau memahami bahaya karhutla dan mematuhi larangan membuka lahan dengan cara membakar.
M. Sahiri juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar hutan maupun lahan. Tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat musim kemarau.
BPBD Merangin berharap dukungan masyarakat dapat menekan risiko karhutla. Dengan langkah pencegahan bersama, dampak kebakaran terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.













Komentar