Adainfohitz.com, Jakarta – Dewan Pers menyesalkan ucapan advokat Hotman Paris Hutapea yang dianggap merendahkan wartawan saat konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menilai ucapan “lu punya otak enggak?” kepada wartawan tidak mencerminkan sikap yang menghormati profesi jurnalistik.
Dewan Pers Minta Semua Pihak Hormati Kerja Jurnalistik
Komaruddin menjelaskan bahwa wartawan mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi dan memperoleh penjelasan dari narasumber. Karena itu, narasumber sebaiknya menjawab setiap pertanyaan secara rasional dan beretika, meski tidak menyetujuinya.
Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers melindungi kegiatan jurnalistik, termasuk hak wartawan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Dewan Pers mengajak seluruh pihak menghormati wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Organisasi Wartawan Kecam Pernyataan Hotman
Sejumlah organisasi profesi wartawan lebih dahulu mengecam pernyataan Hotman Paris. Mereka menilai ucapan tersebut bersifat arogan dan merendahkan martabat jurnalis.
Pada Senin sore, sekitar 100 orang yang tergabung dalam Aktivis Connection menggelar demonstrasi di depan kantor Law Firm Hotman Paris & Partner di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Polsek Kelapa Gading mengerahkan 17 personel untuk mengamankan jalannya aksi. Para demonstran membawa tiga tuntutan, yaitu menolak narasi yang mereka anggap menyesatkan, meminta penegakan hukum berdasarkan bukti, serta mengecam advokat yang membela koruptor.
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf
Hotman Paris kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui video yang ia unggah di akun Instagram pribadinya. Ia meminta maaf kepada wartawan, organisasi pers, Presiden Prabowo Subianto, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kapolda Metro Jaya.
Hotman menjelaskan bahwa emosinya memuncak setelah wartawan mengajukan dua pertanyaan secara beruntun dalam konferensi pers. Menurutnya, ia sudah menjawab pertanyaan pertama dengan mengatakan tidak mengetahui jawabannya. Namun, wartawan langsung mengajukan pertanyaan berikutnya sebelum ia menyelesaikan penjelasan.
Ia menegaskan bahwa seluruh pernyataannya muncul semata-mata karena tugasnya sebagai kuasa hukum yang membela klien dan bukan karena kepentingan politik.













Komentar