Adainfohitz.com, SUNGAI PENUH – Kuluk Cincin merupakan penutup kepala tradisional khas perempuan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Hingga kini, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tetap mempertahankan warisan budaya tersebut sebagai simbol identitas, keindahan, dan kehormatan perempuan.
Selain mempercantik penampilan, Kuluk Cincin juga mencerminkan nilai budaya yang hidup dari generasi ke generasi. Karena itu, masyarakat selalu memakainya dalam berbagai upacara adat dan pertunjukan seni.
Bentuk dan Ciri Khas
Kuluk Cincin memiliki bentuk melingkar menyerupai cincin atau gelang besar di atas kepala. Oleh sebab itu, masyarakat memberi nama penutup kepala tradisional ini sebagai Kuluk Cincin.
Pada bagian belakang, Kuluk Cincin memiliki jumbei, yaitu kain beludru berwarna hitam atau merah yang menjuntai hingga pinggang. Para perajin membuat Kuluk Cincin dari kain selendang tradisional dan kain beludru. Setelah itu, mereka menghiasinya dengan sulaman benang emas bermotif khas Kerinci sehingga tampil anggun dan bernilai seni tinggi.
Melengkapi Busana Adat
Perempuan Kota Sungai Penuh memakai Kuluk Cincin untuk melengkapi busana adat. Sementara itu, laki-laki memakai penutup kepala adat bernama Lita.
Dengan demikian, Kuluk Cincin melengkapi setiap busana adat perempuan. Kehadirannya memperkuat identitas budaya masyarakat Kerinci.
Digunakan dalam Upacara Adat
Masyarakat memakai Kuluk Cincin saat menggelar prosesi pernikahan adat. Pengantin perempuan atau anak batino mengenakannya sebagai lambang kehormatan dan penghormatan terhadap adat istiadat.
Selain pernikahan, masyarakat juga memakai Kuluk Cincin saat mengikuti Kenduri Sko. Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus prosesi pengukuhan gelar adat yang terus masyarakat lestarikan.
Hadir dalam Kesenian Tradisional
Para penari juga memakai Kuluk Cincin ketika mementaskan tarian tradisional. Salah satunya ialah Tari Rangguk yang sering tampil dalam penyambutan tamu dan berbagai festival budaya.
Melalui pertunjukan itu, para seniman memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci kepada generasi muda dan wisatawan.
Warisan Budaya yang Tetap Lestari
Masyarakat Kota Sungai Penuh terus menjaga keberadaan Kuluk Cincin sebagai warisan budaya. Oleh karena itu, mereka mewariskan nilai sejarah, seni, dan filosofi Kuluk Cincin kepada generasi berikutnya agar tradisi tersebut tetap hidup dan dikenal luas.













informasinya bermamfaat, jadi nambah wawasan