Penjor hingga Gebogan Warnai Makna Galungan Kuningan

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Umat Hindu Tanah Merah Boven Digoel saat melaksanakan ibadah hari Galungan di Pura Satya Loka Kilometer 5 Tanah Merah (Foto: RRI Bovendigoel/Yoris)

Umat Hindu Tanah Merah Boven Digoel saat melaksanakan ibadah hari Galungan di Pura Satya Loka Kilometer 5 Tanah Merah (Foto: RRI Bovendigoel/Yoris)

Adainfohitz.com, Jakarta — Umat Hindu di Indonesia memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan pada Rabu (17/6/2026). Perayaan suci ini menjadi momentum untuk memaknai kemenangan Dharma atau kebaikan atas Adharma atau keburukan melalui berbagai tradisi dan simbol penuh nilai spiritual.

Dalam perayaan Galungan dan Kuningan, sejumlah simbol khas digunakan sebagai bentuk ungkapan syukur dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Setiap simbol memiliki filosofi yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama.

Salah satu simbol yang paling mudah ditemui adalah Penjor, berupa bambu melengkung yang dihiasi janur serta berbagai ornamen. Penjor dipasang di depan rumah atau sepanjang jalan sebagai tanda rasa syukur atas kesejahteraan dan kemakmuran yang diberikan Tuhan.

Baca Juga :  Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth

Selain itu, umat Hindu juga menyiapkan Banten atau sesajen sebagai persembahan suci dalam rangkaian ibadah. Banten menjadi simbol ketulusan hati, rasa bakti, dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pada Hari Raya Kuningan, terdapat pula Tamiang, anyaman berbentuk lingkaran yang melambangkan perlindungan, keselamatan, serta keseimbangan hidup. Sementara Endongan yang terbuat dari janur menyerupai kantong, memiliki makna bekal kebaikan dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga :  Polres Kerinci Raih Dua Penghargaan Humas Terbaik Polda Jambi

Simbol lainnya yakni Dupa yang melambangkan kesucian doa, serta Nasi Kuning sebagai harapan agar umat Hindu mendapat tuntunan dan keberkahan dalam kehidupan.

Sementara Gebogan atau Pajegan, berupa susunan buah-buahan dan hasil bumi yang dihiasi janur dan bunga, menjadi simbol rasa syukur atas rezeki, hasil kehidupan, serta kemakmuran yang dianugerahkan.

Melalui berbagai simbol tersebut, Hari Raya Galungan dan Kuningan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai kebaikan, keseimbangan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berita Terkait

Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi
Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah
Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera
Ngopi Kamtibmas Humanis Kapolres Kerinci
Polres Kerinci Salurkan Sepatu untuk Siswa SD Sungai Penuh
Polemik Seragam Gratis untuk Madrasah di Boyolali
Kejaksaan Dorong Integrasi Hukum Adat Nasional
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Ngopi Kamtibmas Humanis Kapolres Kerinci

Berita Terbaru

Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menyiapkan dan menyalurkan bantuan air bersih bagi pelanggan terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

Daerah

Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:04 WIB

Polisi menangkap terduga pelaku jaringan curanmor lintas daerah di Merangin. Enam lokasi dan tujuh sepeda motor masuk dalam pengembangan kasus.

Kriminal

Polisi Ungkap Jaringan Curanmor Lintas Daerah di Merangin

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:56 WIB

Kabut asap karhutla mulai mengganggu kualitas udara Jambi. Pemprov Jambi mempertimbangkan masker dan meliburkan PAUD jika kondisi memburuk.

Daerah

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:46 WIB

Kabupaten Kerinci meraih Terbaik II Program 3 Juta Rumah Regional Sumatera 2026 dan mendapat alokasi 250 unit bedah rumah.

Daerah

Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:18 WIB

Sungai Penuh meraih Terbaik II akses layanan pendidikan Regional Sumatera 2026 dan mendapat insentif fiskal Rp1,5 miliar.

Daerah

Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:00 WIB