BGN Hentikan Distribusi MBG Saat Libur Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak lagi melakukan distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat masa libur sekolah.

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak lagi melakukan distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat masa libur sekolah.

Adainfohitz.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak lagi melakukan distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat masa libur sekolah. Kebijakan tersebut membuat paket makanan yang sebelumnya diberikan lebih awal untuk hari libur kini dihentikan. Distribusi MBG selanjutnya hanya dilakukan pada hari aktif belajar peserta didik.

Sebelumnya, sistem pembagian MBG menerapkan pola rapel dengan memberikan paket tambahan bagi siswa yang akan memasuki masa libur. Namun, pola tersebut kini tidak lagi diterapkan seiring adanya penyesuaian anggaran pemerintah. Perubahan itu menjadi bagian dari langkah efisiensi dalam pelaksanaan program MBG.

Baca Juga :  PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB

Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, mengatakan distribusi MBG yang sebelumnya berjalan enam hari dalam sepekan kini diubah menjadi lima hari. Paket makanan hanya diberikan ketika siswa berada di sekolah dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa yang sedang libur atau berada di luar sekolah tidak akan menerima paket MBG.

Menurut Sony, konsep utama program MBG adalah memastikan makanan bergizi diterima peserta didik saat berada di lingkungan sekolah. Karena itu, distribusi disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar. Pemerintah berharap perubahan pola ini dapat mendukung efisiensi anggaran.

Baca Juga :  Polres Kerinci Raih Dua Penghargaan Humas Terbaik Polda Jambi

Di sisi lain, Sony Sanjaya sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek MBG oleh penyidik Kejaksaan Agung. Penetapan tersangka juga dilakukan terhadap mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan tata kelola proyek MBG pada periode 2025 hingga 2026.

Penyidik menduga terdapat praktik jual-beli titik satuan pelayanan pemenuhan gizi dalam pelaksanaan program tersebut. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Proses hukum masih terus berjalan sesuai tahapan penyidikan.

Berita Terkait

PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB
Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa
Wali Kota Alfin Tiba di Medan Untuk Hadir Forum Apeksi
Alfin Hadiri Gala Dinner APEKSI, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Kemendikdasmen Panggil 60.896 Guru Ikuti PPG Tahap Dua
P2G Tolak Hibah Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer
Prabowo dan Steinmeier Perkuat Kemitraan
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:07 WIB

PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:10 WIB

Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:10 WIB

Alfin Hadiri Gala Dinner APEKSI, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:27 WIB

Kemendikdasmen Panggil 60.896 Guru Ikuti PPG Tahap Dua

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:13 WIB

P2G Tolak Hibah Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer

Berita Terbaru

Internasional

Makna Lagu “Bahagia Lagi” Piche Kota

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:45 WIB

Lifestyle

PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:07 WIB

Internasional

Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa

Rabu, 1 Jul 2026 - 22:10 WIB

Daerah

Makna Mendalam Tradisi Balemang Serentak

Rabu, 1 Jul 2026 - 21:30 WIB

Bisnis

Seleksi Penerima BBM Subsidi UMKM Diperketat

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:26 WIB