Adainfohitz.com, Jakarta – Aron Ashab kembali menjadi sorotan setelah mengaku mengalami penculikan dan penyiksaan selama enam bulan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun, kakaknya, Gamyla Ashab, membantah pengakuan tersebut. Ia menyebut Aron menjalani rehabilitasi karena masalah kecanduan alkohol.
Melalui Instagram pada Minggu (18/10/2026), Aron menceritakan pengalaman buruk yang menurutnya terjadi selama berada di tempat tersebut. Ia mengaku mengalami penyiksaan dan berbagai perlakuan tidak menyenangkan.
“Gue dikurung, disiksa, digebukin, dan dipaksa (melakukan) ini itu tanpa berpikir yang dia ‘garap’ itu gue. Elo berurusan sama orang yang salah,” ujar Aron.
Gamyla Ashab Bantah Pengakuan Penculikan
Gamyla merespons pernyataan adiknya melalui Instagram Story. Ia menegaskan bahwa tempat yang Aron sebut sebagai penjara sebenarnya merupakan lokasi rehabilitasi.
Selain itu, Gamyla memberikan peringatan terbuka kepada Aron. Ia meminta sang adik memperbaiki perilakunya dan kembali berkarya secara positif.
“Kesabaran gue ada batasnya. Jangan sampai rahasia besar lo, gue bongkar! Kalau enggak mau diangkut lagi, bertobat dan berkarya yang benar. Enggak usah drama!!!” tulis Gamyla.
Keluarga Ungkap Kebiasaan Aron Konsumsi Alkohol
Dalam unggahan berikutnya, Gamyla mengungkapkan kebiasaan Aron mengonsumsi minuman keras. Menurutnya, kebiasaan tersebut memicu masalah di lingkungan keluarga.
Gamyla juga mengeklaim Aron kerap memesan minuman keras melalui pengemudi ojek online tanpa membayar tagihannya. Akibatnya, keluarga harus menanggung biaya pesanan tersebut.
“Setiap hari mabuk dan pesan minuman sama abang g*jek tapi tak dibayar. Terpaksa keluarga yang bayar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengemudi ojek online berulang kali mendatangi rumah mereka untuk menagih pembayaran. Kondisi itu membuat keluarga kelelahan menghadapi masalah yang terus berulang.
Gamyla Mengaku Khawatir dengan Kondisi Orang Tua
Gamyla juga mengungkapkan kesulitannya meninggalkan rumah. Ia mengaku harus menjaga kedua orang tuanya yang menurutnya merasa ketakutan ketika Aron mabuk dan bertindak agresif.
“Kebayang enggak capeknya hidup sama monster? Saya sampai tidak bisa pindah rumah karena harus menjaga bapak ibu yang selalu ketakutan sama tingkahnya yang berani dan rusuh saat mabuk,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Aron dan Gamyla menyampaikan versi berbeda mengenai kejadian tersebut. Pengakuan dugaan penculikan dan penyiksaan dari Aron serta keterangan keluarga masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan kronologi sebenarnya.













Komentar