Adainfohitz.com, Surakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali membuka peluang memperluas program seragam gratis bagi siswa madrasah pada tahun depan. Langkah ini muncul setelah program seragam gratis tahun ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Program Masih Tahap Uji Coba
Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan pemerintah masih menguji program tersebut pada tahun ini. Pemkab menyesuaikan pelaksanaannya dengan kemampuan anggaran daerah.
Menurut Agus, pemerintah akan menata ulang anggaran untuk tahun depan. Tujuannya agar lebih banyak siswa bisa menerima bantuan seragam.
Ia juga membuka peluang memasukkan siswa madrasah ke dalam program tersebut. Pembahasan teknis akan melibatkan Sekretaris Daerah, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait.
Anggaran LKS Bisa Dialihkan
Agus menjelaskan, pemerintah sedang mengkaji beberapa pilihan. Salah satunya mengalihkan anggaran Lembar Kerja Siswa (LKS) menjadi anggaran seragam bagi siswa madrasah.
Pemerintah akan menentukan skema terbaik setelah seluruh pembahasan anggaran selesai.
PGIN Minta Perlakuan Setara
Sebelumnya, Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) menyampaikan usulan kepada Komisi IV DPRD Boyolali. Organisasi itu meminta pemerintah daerah memberi bantuan kepada sekolah di bawah Kementerian Agama.
Ketua Umum PGIN, Hadi Sutikno, menegaskan bahwa siswa madrasah juga merupakan warga Kabupaten Boyolali. Karena itu, mereka berhak memperoleh bantuan pendidikan dari APBD.
Menurut Hadi, bantuan tidak hanya berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Pemerintah juga perlu memberikan bantuan seragam kepada siswa madrasah.
Ia menyebut jumlah siswa madrasah di Boyolali mencapai lebih dari 54 ribu orang. Mereka belajar di 438 lembaga pendidikan.
Hadi memperkirakan kebutuhan anggaran bantuan itu tidak sampai Rp5 miliar setiap tahun.
DPRD Siap Bahas Usulan
Komisi IV DPRD Boyolali menyambut baik usulan tersebut. DPRD akan membawa pembahasan itu ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Melalui pembahasan itu, DPRD berharap seluruh siswa di Boyolali mendapat kesempatan yang sama untuk menerima bantuan pendidikan.













Komentar