Pemerintah Perkuat Daya Saing Ekspor Sawit

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memperkuat daya saing industri sawit melalui Fasilitas Kawasan Berikat untuk mendorong ekspor, hilirisasi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah memperkuat daya saing industri sawit melalui Fasilitas Kawasan Berikat untuk mendorong ekspor, hilirisasi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

Adainfohitz.com, angkalan BunPemerintah terus memperkuat daya saing industri minyak kelapa sawit (CPO) dengan memberikan insentif fiskal melalui Fasilitas Kawasan Berikat. Langkah ini bertujuan meningkatkan ekspor, mendorong hilirisasi, menarik investasi, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Indonesia masih menjadi produsen utama minyak kelapa sawit dunia. Namun, kinerja ekspor CPO masih berfluktuasi karena perubahan harga di pasar global. Oleh karena itu, pemerintah menghadirkan berbagai insentif bagi perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan sawit agar tetap mampu bersaing di pasar internasional.

Kasubdirektorat Tempat Penimbunan Berikat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Yetty Yulianty, mengatakan Fasilitas Kawasan Berikat menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung pertumbuhan industri sawit nasional.

“Pemberian fasilitas Kawasan Berikat ini untuk meningkatkan daya saing ekspor, mendorong hilirisasi, dan menarik investasi. Di Kawasan Berikat, barang-barang yang masuk memperoleh insentif fiskal maupun nonfiskal,” ujar Yetty saat Media Briefing bertema Exploring the Future of Sustainable Palm Oil di Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026).

Kasubdit Tempat Penimbunan Berikat Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Yetty Yulianty dalam Media Briefing bertema “Exploring the Future of Sustainable Palm Oil” di Kalimantan Tengah (Foto:RRI/Magdalena Krisnawati)

Insentif Kurangi Beban Biaya Industri

Pemerintah menyediakan berbagai insentif bagi perusahaan yang beroperasi di Kawasan Berikat. Di antaranya, penangguhan bea masuk, pembebasan pajak dalam rangka impor, pembebasan cukai, serta pembebasan PPN dan PPnBM.

Baca Juga :  Kasrem 042/Gapu Buka Festival Rakyat Nobar Piala Dunia 2026

Dengan adanya berbagai fasilitas tersebut, perusahaan dapat menekan biaya operasional. Selanjutnya, efisiensi biaya itu membantu perusahaan meningkatkan ekspor, memperluas investasi, dan membuka lebih banyak lapangan kerja. Pada akhirnya, kondisi tersebut ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah mulai menerapkan Fasilitas Kawasan Berikat bagi perusahaan minyak sawit sejak 2001. Sejak saat itu, program tersebut berfokus pada industri antara dan hilir untuk mendukung kebijakan hilirisasi nasional. Saat ini, sebanyak 77 perusahaan CPO telah memanfaatkan fasilitas tersebut.

Manfaat Fiskal Lebih Besar dari Nilai Insentif

Selain memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, Fasilitas Kawasan Berikat juga memberikan manfaat bagi negara. Yetty menjelaskan pemerintah telah mengalokasikan insentif fiskal senilai Rp60,32 triliun bagi industri sawit. Sebagai hasilnya, negara memperoleh manfaat fiskal sebesar Rp88,95 triliun.

Manfaat tersebut berasal dari peningkatan investasi, penerimaan dana sawit, serta penerimaan pajak dan bea keluar. Dengan demikian, rasio cost-benefit mencapai 1,47. Artinya, setiap Rp1 insentif fiskal mampu menghasilkan sekitar Rp1,47 manfaat fiskal bagi negara.

Baca Juga :  Manga Kagurabachi Resmi Diadaptasi Jadi Anime

Sementara itu, pada 2025 perusahaan di Kawasan Berikat menyumbang sekitar 63 persen dari total volume ekspor CPO nasional. Bahkan, nilai ekspor yang mereka hasilkan mencapai sekitar Rp23,7 miliar.

Investasi dan Lapangan Kerja Terus Bertambah

Di sisi lain, analisis DJBC menunjukkan Fasilitas Kawasan Berikat juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Sepanjang 2022 hingga 2024, perusahaan di Kawasan Berikat menyerap sekitar 20 ribu tenaga kerja.

Selain itu, investasi tambahan mencapai Rp48,80 triliun pada 2023. Tidak hanya itu, penerimaan pajak pusat meningkat dari Rp7,7 triliun pada 2023 menjadi Rp21,41 triliun pada 2024.

DJBC memperoleh data tersebut melalui survei terhadap 61 perusahaan Kawasan Berikat pada 2023. Melalui survei tersebut, DJBC memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai manfaat fasilitas bagi pelaku usaha sektor minyak kelapa sawit.

Ke depan, pemerintah berharap Fasilitas Kawasan Berikat terus meningkatkan daya saing industri sawit nasional. Dengan begitu, program ini dapat mempercepat hilirisasi, menarik investasi baru, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Wako Alfin Lepas Pelajar Terbaik Sungai Penuh
Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh
30 UMKM Lokal Meriahkan Presisi Merdeka Run Jambi 2026
Wako Alfin Terima Audiensi Taruna STTD Sungai Penuh
Wali Kota Padang Panjang Targetkan Kota Bebas Vektor Penyakit
Dua Pelajar Mentawai Lolos Paskibraka Tingkat Sumbar 2026
Pemerintah Terbuka Terima Kritik Demi Perkuat Tata Kelola
Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program MBG
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Wako Alfin Lepas Pelajar Terbaik Sungai Penuh

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:31 WIB

30 UMKM Lokal Meriahkan Presisi Merdeka Run Jambi 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Wako Alfin Terima Audiensi Taruna STTD Sungai Penuh

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:19 WIB

Wali Kota Padang Panjang Targetkan Kota Bebas Vektor Penyakit

Berita Terbaru

Kejati Jambi mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mencatut nama Kajati, Asintel, dan Kasi Penkum. Warga diminta tidak memberikan data pribadi maupun transfer dana.

Kriminal

Kejati Jambi Imbau Waspada Penipuan Mengatasnamakan Kajati

Selasa, 4 Agu 2026 - 19:46 WIB

Wali Kota Alfin melepas pelajar terbaik Sungai Penuh untuk bertugas sebagai Paskibraka tingkat nasional dan Provinsi Jambi serta mengingatkan mereka agar menjaga kesehatan, disiplin, dan memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama daerah.

Daerah

Wako Alfin Lepas Pelajar Terbaik Sungai Penuh

Selasa, 4 Agu 2026 - 19:12 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menghadiri pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kota Sungai Penuh periode 2026–2031. Pemkot siap bersinergi memperkuat UMKM dan pemberdayaan perempuan.

Bisnis

Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh

Selasa, 4 Agu 2026 - 18:41 WIB

Sebanyak 30 UMKM lokal ikut meramaikan Presisi Merdeka Run Jambi 2026. Polda Jambi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui event yang diikuti 8.750 peserta.
_

Bisnis

30 UMKM Lokal Meriahkan Presisi Merdeka Run Jambi 2026

Selasa, 4 Agu 2026 - 18:31 WIB

Wako Alfin menerima audiensi 13 taruna STTD asal Kota Sungai Penuh. Enam taruna siap lulus pada September 2026 dan berkomitmen mengabdi sebagai ASN.

Daerah

Wako Alfin Terima Audiensi Taruna STTD Sungai Penuh

Selasa, 4 Agu 2026 - 18:05 WIB