Adainfohitz.com, Kerinci – Puluhan siswa di Pulau Tengah, Kabupaten Kerinci, mengeluhkan mual, pusing, muntah, dan sakit perut setelah mengikuti kegiatan belajar pada Jumat (30/7). Keluhan itu muncul seusai mereka mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Tengah. Hingga kini, pemerintah masih menyelidiki penyebab keluhan tersebut.
Siswa, Guru, dan Orang Tua Sampaikan Keluhan
Warga menyebut siswa SMP bukan satu-satunya yang merasakan keluhan. Beberapa siswa SD dan sejumlah guru juga mengaku sakit perut setelah menyantap menu MBG. Hari itu, petugas menyajikan makanan berbentuk bola-bola sebagai salah satu menu.
Salah seorang anggota keluarga siswa mengaku baru mengetahui kondisi anaknya saat pulang ke rumah menjelang Magrib. Ia mengatakan sekolah maupun instansi terkait tidak memberi informasi kepada orang tua.
“Kami baru tahu setelah anak pulang ke rumah dalam keadaan muntah-muntah. Kami merasa tidak dihargai karena tidak ada informasi yang disampaikan kepada orang tua,” ujarnya.

Puskesmas Jelaskan Kondisi di Lapangan
Kepala Puskesmas Danau Kerinci Barat di Semerap menjelaskan melalui pesan WhatsApp bahwa petugas tidak menerima pasien gawat darurat akibat dugaan keracunan makanan MBG pada Jumat (30/7).
Petugas Puskesmas Keliling Danau di Desa Jujun juga menyampaikan keterangan serupa. Mereka memastikan tidak ada pasien yang datang ke IGD dengan keluhan yang mengarah pada dugaan keracunan makanan MBG.

Media Sosial Munculkan Dugaan Lain
Sejumlah akun media sosial menyebut para siswa sudah pulang dalam kondisi baik. Unggahan itu menduga minuman kemasan dari warung memicu keluhan tersebut, bukan makanan MBG. Namun, belum ada instansi yang menguatkan informasi itu sehingga masyarakat masih perlu menunggu hasil penyelidikan.
SPPG dan Dinas Kesehatan Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan
Tim redaksi telah menghubungi Kepala SPPG Pulau Tengah untuk meminta konfirmasi. Hingga berita ini tayang, pihak SPPG belum menjawab permintaan tersebut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci dan pihak kepolisian juga belum mengumumkan hasil pemeriksaan maupun penyebab keluhan para siswa.
Petugas akan memeriksa sampel makanan, menelusuri riwayat konsumsi para siswa, serta meminta keterangan dari pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan pengelola SPPG. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab sebenarnya. Karena itu, masyarakat sebaiknya menunggu keterangan resmi dari instansi berwenang sebelum menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.













Komentar