Warga Aceh Timur Ancam Tutup Akses Jalan Menuju PT CGU

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat dari enam kecamatan di Aceh Timur mengancam menutup akses jalan menuju PT CGU setelah sengketa lahan belum terselesaikan. Perusahaan belum memberikan tanggapan resmi.

Masyarakat dari enam kecamatan di Aceh Timur mengancam menutup akses jalan menuju PT CGU setelah sengketa lahan belum terselesaikan. Perusahaan belum memberikan tanggapan resmi.

Adainfohitz.com, ACEH TIMUR – Warga dari enam kecamatan di Kabupaten Aceh Timur mengancam menutup seluruh akses jalan menuju area perkebunan PT CGU. Mereka mengambil keputusan itu setelah sengketa lahan dengan perusahaan belum menemukan penyelesaian.

Pemerintah Gampong Alue Kaul mengundang masyarakat melalui surat Nomor 269/2012/2026 tertanggal 23 Juli 2026. Pemerintah desa menggelar musyawarah untuk menentukan langkah lanjutan atas persoalan tersebut.

Ratusan Warga Hadiri Musyawarah

Sekitar 200 warga mengikuti musyawarah di Aula Masjid Gampong Alue Kaul, Kecamatan Rantau Selamat, Kamis (30/7/2026). Pertemuan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Peserta berasal dari Kecamatan Rantau Selamat, Peunaron Baru, Peunaron Lama, Rantau Peureulak, Peureulak Kota, Peureulak Timur, dan Sungai Raya. Seluruh peserta membahas langkah yang akan mereka tempuh terkait sengketa lahan dengan PT CGU.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi

Warga Bentuk Tim dan Susun Tuntutan

Dalam musyawarah itu, masyarakat membentuk tim perwakilan dari setiap kecamatan beserta seorang koordinator. Tim tersebut akan mengawal seluruh proses penyelesaian sengketa lahan.

Selain itu, masyarakat sepakat mengirim surat kepada manajemen PT CGU. Mereka meminta perusahaan menghentikan aktivitas perkebunan dan mengeluarkan seluruh alat berat dari lokasi.

Selanjutnya, masyarakat menyatakan akan menutup seluruh akses jalan yang melintasi desa-desa menuju kawasan perkebunan apabila perusahaan tidak memenuhi tuntutan tersebut.

Menurut masyarakat, PT CGU belum memiliki dokumen Hak Guna Usaha (HGU) yang sah. Oleh karena itu, mereka menilai aktivitas perkebunan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Pernyataan tersebut merupakan klaim masyarakat dan belum mendapat tanggapan resmi dari pihak perusahaan.

Masyarakat dari enam kecamatan di Aceh Timur mengancam menutup akses jalan menuju PT CGU setelah sengketa lahan belum terselesaikan. Perusahaan belum memberikan tanggapan resmi.

Aparat Keamanan Pantau Pertemuan

Sejumlah personel Polres Langsa menghadiri musyawarah untuk memantau jalannya kegiatan. Mereka terdiri dari Kanit Reskrim AIPDA Dodi Siproadi, Kanit Intelkam Bripka Adam S. Marbon, Kanit Binmas Polsek Rantau Selamat Bripda Junaidi, Babinkamtibmas Alue Kaul AIPDA Dian Permana, Babinkamtibmas Alue Seulemak AIPDA Alwin AS, serta Babinkamtibmas Alue Punti Brigadir M. Ridho Satya.

Baca Juga :  Kemlu Pulangkan 1.203 WNI dari Myanmar

Koramil Rantau Selamat juga mengirim Babinsa Alue Kaul Kopka Nunung dan Babinsa Alue Twi Koptu Windi S. Kehadiran aparat bertujuan menjaga situasi tetap kondusif selama musyawarah berlangsung.

Pihak PT CGU Belum Memberikan Tanggapan

Hingga berita ini diterbitkan, PT CGU belum memberikan tanggapan resmi terkait hasil musyawarah maupun tuntutan yang disampaikan masyarakat. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak perusahaan untuk melengkapi pemberitaan sesuai prinsip keberimbangan.

 

Berita Terkait

Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS
Ledakan Tabung Gas di Tambak Tinggi, Tiga Warga Luka Bakar
Warga Pondok Agung Antusias Ikuti Sosialisasi HAM
Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi
Kerinci Raih Juara Dua, Dapat 250 Bedah Rumah
Sungai Penuh Raih Terbaik II Akses Pendidikan Sumatera
Ngopi Kamtibmas Humanis Kapolres Kerinci
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 09:54 WIB

Flyover Sungai Penuh-Tapan Dibahas Wako Alfin Bersama TNKS

Rabu, 9 September 2026 - 23:15 WIB

Ledakan Tabung Gas di Tambak Tinggi, Tiga Warga Luka Bakar

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Warga Pondok Agung Antusias Ikuti Sosialisasi HAM

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Perumda Tirta Mayang Salurkan Bantuan Air Bersih

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara Jambi

Berita Terbaru

Formasi Dewan Komisioner OJK kini lengkap dengan masuknya Sarjito sebagai anggota sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Pemerintahan

Formasi Dewan Komisioner OJK Lengkap, Sarjito Masuk

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar saat memberikan keynote speech dalam Workshop Internasional Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XII di Bappenas, Jakarta, Kamis 10 September 2026 (Foto: BPOM)

Kesehatan

BPOM Dorong Regulasi Keamanan Pangan Berbasis Risiko

Jumat, 11 Sep 2026 - 06:47 WIB

Pemain Garudayaksa FC,David Maulana saat merayakan golnya saat jumpa Java United di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu 6 September 2026. (Foto: Garudayaksa FC)

Sport

Garudayaksa FC Bidik Tiga Poin Lawan Persik

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB

Dokumentasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kesempatan media briefing di Kantor Kemenkeu (Foto:RRI/Magdalena Krisnawati)

Internasional

Pemerintah Waspadai Harga Minyak Naik

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:27 WIB