Adainfohitz.com, ACEH TIMUR – Warga dari enam kecamatan di Kabupaten Aceh Timur mengancam menutup seluruh akses jalan menuju area perkebunan PT CGU. Mereka mengambil keputusan itu setelah sengketa lahan dengan perusahaan belum menemukan penyelesaian.
Pemerintah Gampong Alue Kaul mengundang masyarakat melalui surat Nomor 269/2012/2026 tertanggal 23 Juli 2026. Pemerintah desa menggelar musyawarah untuk menentukan langkah lanjutan atas persoalan tersebut.
Ratusan Warga Hadiri Musyawarah
Sekitar 200 warga mengikuti musyawarah di Aula Masjid Gampong Alue Kaul, Kecamatan Rantau Selamat, Kamis (30/7/2026). Pertemuan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.
Peserta berasal dari Kecamatan Rantau Selamat, Peunaron Baru, Peunaron Lama, Rantau Peureulak, Peureulak Kota, Peureulak Timur, dan Sungai Raya. Seluruh peserta membahas langkah yang akan mereka tempuh terkait sengketa lahan dengan PT CGU.
Warga Bentuk Tim dan Susun Tuntutan
Dalam musyawarah itu, masyarakat membentuk tim perwakilan dari setiap kecamatan beserta seorang koordinator. Tim tersebut akan mengawal seluruh proses penyelesaian sengketa lahan.
Selain itu, masyarakat sepakat mengirim surat kepada manajemen PT CGU. Mereka meminta perusahaan menghentikan aktivitas perkebunan dan mengeluarkan seluruh alat berat dari lokasi.
Selanjutnya, masyarakat menyatakan akan menutup seluruh akses jalan yang melintasi desa-desa menuju kawasan perkebunan apabila perusahaan tidak memenuhi tuntutan tersebut.
Menurut masyarakat, PT CGU belum memiliki dokumen Hak Guna Usaha (HGU) yang sah. Oleh karena itu, mereka menilai aktivitas perkebunan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Pernyataan tersebut merupakan klaim masyarakat dan belum mendapat tanggapan resmi dari pihak perusahaan.

Aparat Keamanan Pantau Pertemuan
Sejumlah personel Polres Langsa menghadiri musyawarah untuk memantau jalannya kegiatan. Mereka terdiri dari Kanit Reskrim AIPDA Dodi Siproadi, Kanit Intelkam Bripka Adam S. Marbon, Kanit Binmas Polsek Rantau Selamat Bripda Junaidi, Babinkamtibmas Alue Kaul AIPDA Dian Permana, Babinkamtibmas Alue Seulemak AIPDA Alwin AS, serta Babinkamtibmas Alue Punti Brigadir M. Ridho Satya.
Koramil Rantau Selamat juga mengirim Babinsa Alue Kaul Kopka Nunung dan Babinsa Alue Twi Koptu Windi S. Kehadiran aparat bertujuan menjaga situasi tetap kondusif selama musyawarah berlangsung.
Pihak PT CGU Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, PT CGU belum memberikan tanggapan resmi terkait hasil musyawarah maupun tuntutan yang disampaikan masyarakat. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak perusahaan untuk melengkapi pemberitaan sesuai prinsip keberimbangan.













Komentar