Utang Luar Negeri Indonesia Capai 439,8 Miliar USD

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 23:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dari Web, Stabilitas Bank BI

Foto dari Web, Stabilitas Bank BI

Adainfohitz.com, Jakarta — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 mencapai USD 439,8 miliar atau setara sekitar Rp7.788,42 triliun dengan asumsi kurs Rp17.709 per dolar AS. Secara tahunan, ULN tumbuh 1,9 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 1 persen.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa peningkatan ULN terutama ditopang oleh sektor publik, sementara ULN swasta masih mengalami kontraksi meski dengan laju yang lebih kecil.

ULN pemerintah tercatat sebesar USD 216,4 miliar atau tumbuh 3,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,8 persen. BI menyebut perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melambatnya pinjaman luar negeri, meski arus masuk modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) masih mencatat net inflow, menandakan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga.

Baca Juga :  Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

Dana ULN pemerintah digunakan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan, pendidikan, transportasi, serta program jaminan sosial wajib.

Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar USD 193,2 miliar dengan kontraksi 0,7 persen secara tahunan. Meski masih menurun, kontraksi ini lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi 1,4 persen. Penurunan terutama berasal dari kelompok lembaga keuangan yang masih mengalami tekanan, meski mulai membaik.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berdasarkan sektor, ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, dengan total pangsa mencapai 79,6 persen.

BI juga mencatat rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap stabil di level 29,6 persen. Struktur ULN masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan porsi 84,5 persen dari total keseluruhan.

Bank Indonesia menegaskan akan terus mengoptimalkan pengelolaan ULN sebagai sumber pembiayaan pembangunan, sekaligus menjaga agar risikonya tetap terkendali demi mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Berita Terkait

Makna Lagu “Bahagia Lagi” Piche Kota
Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa
Seleksi Penerima BBM Subsidi UMKM Diperketat
Demonstran Sayap Kanan Warnai Peringatan Pride di Kyiv
Teddy Indra Wijaya Dorong Inovasi Lewat Setkab Gengs
Marcos: ASEAN dan Rusia Harus Bersinergi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24 Stabil, UBS Turun
Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Produk Halal
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:45 WIB

Makna Lagu “Bahagia Lagi” Piche Kota

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:10 WIB

Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:26 WIB

Seleksi Penerima BBM Subsidi UMKM Diperketat

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Demonstran Sayap Kanan Warnai Peringatan Pride di Kyiv

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:53 WIB

Teddy Indra Wijaya Dorong Inovasi Lewat Setkab Gengs

Berita Terbaru

Internasional

Makna Lagu “Bahagia Lagi” Piche Kota

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:45 WIB

Lifestyle

PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:07 WIB

Internasional

Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa

Rabu, 1 Jul 2026 - 22:10 WIB

Daerah

Makna Mendalam Tradisi Balemang Serentak

Rabu, 1 Jul 2026 - 21:30 WIB

Bisnis

Seleksi Penerima BBM Subsidi UMKM Diperketat

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:26 WIB