Angin Galaksi Kuat Ungkap Kematian Dini Galaksi Awal

Avatar photo

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 23:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potret 18 galaksi dari survei ALPINE-CRISTAL-JWST, termasuk CRISTAL-02 (Foto: Andreas Faisst (Caltech) dan tim survei ALPINE-CRISTAL-JWST)

Potret 18 galaksi dari survei ALPINE-CRISTAL-JWST, termasuk CRISTAL-02 (Foto: Andreas Faisst (Caltech) dan tim survei ALPINE-CRISTAL-JWST)

Adainfohitz.com – Ilmuwan astronomi mengungkap temuan baru yang dapat menjelaskan salah satu misteri besar dalam evolusi alam semesta: mengapa banyak galaksi bermassa besar di masa awal kosmos “mati” jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Penelitian terbaru yang memanfaatkan James Webb Space Telescope dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array menunjukkan bahwa sejumlah galaksi purba berhenti membentuk bintang lebih awal akibat proses internal yang sangat kuat. Dalam astronomi, sebuah galaksi disebut “hidup” ketika masih aktif menciptakan bintang, dan “mati” ketika proses tersebut terhenti.

Temuan ini berfokus pada galaksi jauh bernama CRISTAL-02, yang berada sekitar satu miliar tahun setelah peristiwa Dentuman Besar (Big Bang). Galaksi ini diketahui sedang mengalami pertumbuhan pesat dengan laju pembentukan bintang dua kali lebih tinggi dibandingkan galaksi sejenis pada periode yang sama.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Jambi Gelar Bintek SALUD 2026

Namun, di balik aktivitasnya yang tinggi, para peneliti menemukan fenomena ekstrem: semburan gas dingin berkecepatan tinggi yang keluar dari galaksi. Aliran ini diduga membawa material penting pembentuk bintang keluar ke ruang antargalaksi, sehingga menghentikan proses kelahiran bintang baru.

Para ilmuwan menyebut fenomena tersebut sebagai “angin pembunuh galaksi”, yakni arus gas kuat yang dapat mengosongkan cadangan bahan bakar bintang dalam galaksi. Sumber energi dari ledakan supernova bintang-bintang masif diduga menjadi pemicu utama angin tersebut.

Baca Juga :  FIFA Tetap Bayar Honor Wasit Somalia Gagal Bertugas

Di wilayah alam semesta yang padat, mirip “kota kosmik” yang ramai, tabrakan antar galaksi juga mempercepat pembentukan bintang dalam jumlah besar. Namun, ledakan bintang-bintang masif yang menyusul justru dapat mempercepat kematian galaksi itu sendiri melalui hembusan energi yang mengusir gas pembentuk bintang.

Temuan ini memberikan petunjuk penting bahwa proses “kematian dini” galaksi di alam semesta awal mungkin bukan anomali, melainkan konsekuensi langsung dari evolusi cepat dan lingkungan kosmik yang sangat aktif.

 

Berita Terkait

Hidup di Pangkalan Bulan Berpotensi Ubah Psikologi Manusia
MAPPA Garap Animasi Baru Game Attack on Titan 3 Rilis 2027
Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Motor Listrik Nasional
Sejarawan Sebut Pembangunan Hijau China Tak Terhentikan
China Luncurkan AI untuk Energi Bersih Skala Besar
Gibran Tinjau RSUD Raden Mattaher Jambi
DENZA Z Debut Global, Usung Teknologi Supercar Listrik
DPR Perlu Bentuk Panja Awasi Industri Pinjaman Online
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:18 WIB

Hidup di Pangkalan Bulan Berpotensi Ubah Psikologi Manusia

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:23 WIB

MAPPA Garap Animasi Baru Game Attack on Titan 3 Rilis 2027

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:32 WIB

Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Motor Listrik Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sejarawan Sebut Pembangunan Hijau China Tak Terhentikan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:10 WIB

China Luncurkan AI untuk Energi Bersih Skala Besar

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB