Adainfohitz.com, Kerinci – Musim durian hampir selalu bertepatan dengan maraknya penjualan rambutan di pasar tradisional maupun di sepanjang jalan. Kemunculan kedua buah tersebut pada waktu yang sama ternyata bukan sekadar kebetulan.
Durian dan rambutan merupakan tanaman tropis yang membutuhkan kondisi lingkungan yang hampir serupa. Keduanya tumbuh optimal pada suhu hangat, kelembapan tinggi, serta curah hujan yang cukup, seperti yang banyak ditemukan di Indonesia.
Secara alami, kedua tanaman mulai berbunga setelah melewati musim kemarau. Selanjutnya, hujan yang turun secara merata membantu bunga berkembang menjadi buah hingga siap dipanen.
Selain itu, curah hujan yang stabil berperan penting dalam proses pembentukan dan pematangan buah. Karena itu, ketika hujan datang pada waktu yang sama di suatu wilayah, durian dan rambutan biasanya juga memasuki masa panen secara bersamaan.
Mengutip Tirto.id, durian di Indonesia umumnya memasuki musim panen pada November hingga Februari. Periode tersebut juga bertepatan dengan musim panen rambutan di berbagai daerah.
Kalender musim buah lokal menunjukkan bahwa masa panen kedua buah ini saling tumpang tindih, terutama saat musim hujan mencapai puncaknya. Di samping faktor iklim, kesamaan waktu panen juga dipengaruhi oleh respons fisiologis tanaman terhadap perubahan lingkungan.
Durian dan rambutan sama-sama bergantung pada ketersediaan air tanah dan pola curah hujan. Saat kebutuhan tersebut terpenuhi, proses pembuahan berlangsung hampir bersamaan sehingga hasil panennya melimpah dalam periode yang sama.
Karena itu, kehadiran durian dan rambutan secara bersamaan di pasaran merupakan dampak dari iklim tropis, pola cuaca musiman, dan karakter biologis kedua tanaman. Tak heran jika saat musim durian tiba, rambutan segar juga ikut memenuhi lapak para pedagang.













Komentar