Pekerja Kantoran Rentan Penyakit Akibat Gaya Hidup Sedentari

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja Kantoran Rentan Penyakit Akibat Gaya Hidup Sedentari

Pekerja Kantoran Rentan Penyakit Akibat Gaya Hidup Sedentari

Adainfohitz.com – Aktivitas kerja yang banyak dilakukan dalam posisi duduk membuat pekerja kantoran semakin rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Gaya hidup kurang bergerak atau sedentari, postur tubuh yang tidak tepat, hingga tekanan pekerjaan menjadi faktor utama munculnya berbagai penyakit.

Kebiasaan duduk berjam-jam di depan komputer tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat memicu gangguan otot dan tulang. Keluhan seperti nyeri punggung bawah, leher kaku, bahu tegang, hingga Carpal Tunnel Syndrome akibat penggunaan keyboard dan mouse secara berulang menjadi masalah yang sering dialami pekerja kantoran.

Selain itu, risiko penyakit metabolik juga meningkat akibat kurangnya pergerakan tubuh. Pola makan tidak teratur, kebiasaan mengonsumsi makanan manis, serta jarang berolahraga dapat menyebabkan obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga :  Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

Masalah pencernaan juga menjadi ancaman bagi pekerja dengan rutinitas padat. Kurang minum air putih, sering menunda waktu makan, serta stres pekerjaan dapat memicu gangguan seperti asam lambung atau GERD, sembelit, hingga masalah kesehatan lainnya.

Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama turut berdampak pada kesehatan mata. Kondisi yang dikenal sebagai Computer Vision Syndrome dapat menyebabkan mata lelah, kering, iritasi, hingga rasa tidak nyaman akibat terlalu lama menatap layar komputer maupun ponsel.

Baca Juga :  Bawang Putih dan Hipertensi Untuk Darah Tinggi

Tak hanya kesehatan fisik, pekerja kantoran juga perlu mewaspadai gangguan mental akibat tekanan pekerjaan. Beban tugas, tenggat waktu, dan lingkungan kerja yang penuh tekanan dapat memicu stres berkepanjangan hingga burnout.

Untuk mencegah berbagai risiko tersebut, pekerja disarankan menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu, melakukan peregangan saat bekerja, menjaga posisi duduk, mencukupi kebutuhan air, serta mengatur waktu istirahat.

Langkah sederhana seperti mengambil jeda singkat di sela pekerjaan, menjaga pola makan, dan melakukan aktivitas yang menyenangkan di luar jam kerja dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan produktivitas.

Berita Terkait

Penanganan HIV di Pekanbaru Fokus Pendampingan
Rekomendasi Lagu Menemani Tidur Agar Istirahat Lebih Nyenyak
Hari DBD ASEAN Tingkatkan Kesadaran Asia Tenggara
10 Tren K-Beauty 2026 Revolusi Skincare Masa Depan
Bawang Putih dan Hipertensi Untuk Darah Tinggi
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet
The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation
Global Health Challenges: Examining the Impacts of Infectious Diseases
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:10 WIB

Penanganan HIV di Pekanbaru Fokus Pendampingan

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:06 WIB

Rekomendasi Lagu Menemani Tidur Agar Istirahat Lebih Nyenyak

Senin, 15 Juni 2026 - 19:32 WIB

Hari DBD ASEAN Tingkatkan Kesadaran Asia Tenggara

Senin, 15 Juni 2026 - 09:51 WIB

Pekerja Kantoran Rentan Penyakit Akibat Gaya Hidup Sedentari

Senin, 15 Juni 2026 - 08:50 WIB

10 Tren K-Beauty 2026 Revolusi Skincare Masa Depan

Berita Terbaru

Internasional

Makna Lagu “Bahagia Lagi” Piche Kota

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:45 WIB

Lifestyle

PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:07 WIB

Internasional

Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa

Rabu, 1 Jul 2026 - 22:10 WIB

Daerah

Makna Mendalam Tradisi Balemang Serentak

Rabu, 1 Jul 2026 - 21:30 WIB

Bisnis

Seleksi Penerima BBM Subsidi UMKM Diperketat

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:26 WIB