Konflik AS-Iran Memanas, Rupiah Melemah ke Rp18.027

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah ke Rp18.027 per dolar AS setelah konflik AS-Iran memanas. Pasar juga menanti data ekonomi AS dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Rupiah melemah ke Rp18.027 per dolar AS setelah konflik AS-Iran memanas. Pasar juga menanti data ekonomi AS dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Adainfohitz.com, JAKARTANilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026). Data Bloomberg menunjukkan rupiah turun 0,17 persen atau 30 poin sehingga ditutup di level Rp18.027 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu penyebab utama pelemahan rupiah. Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman, termasuk dolar AS.

Konflik Timur Tengah Tekan Pasar

Ibrahim menjelaskan Iran mengancam akan menargetkan kapal perang AS jika Washington mencoba mengubah koridor pelayaran di Selat Hormuz. Ancaman itu membuat aktivitas pelayaran di jalur tersebut melambat karena perusahaan pelayaran memilih meningkatkan kewaspadaan.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dunia. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Astra Honda Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026

Data Ekonomi AS Perkuat Dolar

Di sisi lain, ekonomi Amerika Serikat menunjukkan sinyal positif. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur AS naik menjadi 55,6 pada Juli 2026, lebih tinggi dibandingkan 53,3 pada bulan sebelumnya.

Menurut Ibrahim, kenaikan PMI mencerminkan permintaan yang tetap kuat, kepastian mengenai kebijakan tarif, serta berkurangnya gangguan pasokan minyak akibat konflik di kawasan Teluk. Kondisi tersebut ikut memperkuat prospek pasar tenaga kerja AS.

Pelaku pasar kini menunggu rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) pada Selasa (4/8/2026) malam WIB. Selain itu, investor juga mencermati data Non-Farm Payroll (NFP) yang akan terbit pada Jumat (7/8/2026). Kedua data itu berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Baca Juga :  DPMPTSP Gencarkan Promosi Digital Tarik Investor

Cadangan Devisa dan Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan

Di dalam negeri, Ibrahim mencermati cadangan devisa Indonesia yang mencapai USD145 miliar pada akhir Juli 2026. Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya karena pemerintah menggunakan sebagian devisa untuk membayar utang luar negeri dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan cadangan devisa masih berada pada level yang aman. Posisi tersebut mampu membiayai sekitar 5,4 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional yang mencapai tiga bulan impor.

Selain itu, pelaku pasar menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ibrahim memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat akibat tingginya harga minyak dunia, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta keluarnya aliran modal asing dari pasar keuangan domestik.

 

Berita Terkait

Pemerintah Waspadai Harga Minyak Naik
Pemerintah Siapkan BRI dan BSI Buka Rekening 200 Juta Warga
Kemenekraf Dukung Pengembangan Board Game Indonesia
Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh
30 UMKM Lokal Meriahkan Presisi Merdeka Run Jambi 2026
Honda Kenalkan Super-ONE di GIIAS 2026
Pemerintah Perkuat Daya Saing Ekspor Sawit
Sepatu Emas Piala Dunia Milik Mbappé, Samai Rekor Gerd Müller
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:27 WIB

Pemerintah Waspadai Harga Minyak Naik

Kamis, 10 September 2026 - 06:28 WIB

Pemerintah Siapkan BRI dan BSI Buka Rekening 200 Juta Warga

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Kemenekraf Dukung Pengembangan Board Game Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Konflik AS-Iran Memanas, Rupiah Melemah ke Rp18.027

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus IWAPI Sungai Penuh

Berita Terbaru

Formasi Dewan Komisioner OJK kini lengkap dengan masuknya Sarjito sebagai anggota sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Pemerintahan

Formasi Dewan Komisioner OJK Lengkap, Sarjito Masuk

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar saat memberikan keynote speech dalam Workshop Internasional Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XII di Bappenas, Jakarta, Kamis 10 September 2026 (Foto: BPOM)

Kesehatan

BPOM Dorong Regulasi Keamanan Pangan Berbasis Risiko

Jumat, 11 Sep 2026 - 06:47 WIB

Pemain Garudayaksa FC,David Maulana saat merayakan golnya saat jumpa Java United di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu 6 September 2026. (Foto: Garudayaksa FC)

Sport

Garudayaksa FC Bidik Tiga Poin Lawan Persik

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB

Dokumentasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kesempatan media briefing di Kantor Kemenkeu (Foto:RRI/Magdalena Krisnawati)

Internasional

Pemerintah Waspadai Harga Minyak Naik

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:27 WIB

BGN menyambut rekomendasi Menteri HAM Natalius Pigai untuk memperkuat mekanisme pemulihan masyarakat terdampak Program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintahan

BGN Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:04 WIB