Toyota Belum Tertarik Hadirkan Hilux PHEV, Ini Alasannya

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, JAKARTA – Saat sejumlah produsen otomotif mulai meluncurkan pikap berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), Toyota memilih mengambil jalur berbeda. Pabrikan asal Jepang itu menilai teknologi PHEV saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan utama kendaraan niaga, terutama untuk membawa muatan berat dan menarik beban besar.

Toyota kini menawarkan Hilux generasi terbaru dengan beberapa pilihan mesin, mulai dari diesel, mild hybrid, hingga battery electric vehicle (BEV). Selain itu, perusahaan juga menyiapkan varian fuel cell electric vehicle (FCEV) berbahan bakar hidrogen yang akan meluncur pada 2028.

Toyota Tidak Ingin Terburu-buru

Sejumlah pesaing sudah lebih dulu menghadirkan pikap PHEV di pasar global. Ford Ranger PHEV, BYD Shark 6, GWM Cannon Alpha, Nissan Frontier Pro, dan Chery Stockman menjadi beberapa contohnya.

Meski memiliki pengalaman panjang mengembangkan teknologi hybrid dan plug-in hybrid, Toyota memilih tidak terburu-buru membawa teknologi tersebut ke Hilux.

Senior Manager Product Planning and Pricing Toyota Australia, Ray Munday, mengatakan Toyota terus memantau perkembangan pasar. Menurutnya, perusahaan hanya akan meluncurkan produk yang benar-benar memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pelanggan.

“Memang ada persaingan yang kuat di segmen ini dan kami terus mempelajarinya. Namun, sampai teknologinya benar-benar siap, kami tidak akan meluncurkan produk secara terburu-buru,” ujar Munday, dikutip dari Carscoops, Rabu (8/7/2026).

Bobot Baterai Masih Menjadi Kendala

Munday menjelaskan, baterai dan sistem elektrifikasi menambah bobot kendaraan. Penambahan bobot tersebut berpotensi mengurangi kapasitas angkut sekaligus kemampuan menarik beban.

Baca Juga :  Honda Kenalkan Super-ONE di GIIAS 2026

Ia menegaskan bahwa pelanggan Hilux membutuhkan kendaraan yang mampu bekerja dalam kondisi berat. Karena itu, Toyota belum ingin mengorbankan performa hanya demi menghadirkan teknologi baru.

“Saat ini sistem PHEV belum sepenuhnya mampu memenuhi standar kami, terutama untuk kebutuhan towing berat yang menjadi karakter pelanggan Hilux,” katanya.

Toyota Fokus pada Kebutuhan Pengguna

Toyota menempatkan kemampuan kerja sebagai prioritas utama dalam pengembangan Hilux. Perusahaan tidak ingin tren elektrifikasi mengurangi fungsi utama kendaraan pikap.

Hilux bermesin diesel mampu menarik beban hingga 3.500 kilogram dengan kapasitas angkut sekitar 1 ton. Sebaliknya, Hilux BEV bermotor ganda saat ini hanya sanggup menarik beban sekitar 2.000 kilogram. Perbedaan kemampuan tersebut membuat Toyota terus menyempurnakan teknologinya sebelum menghadirkannya pada Hilux.

Baca Juga :  Astra Honda Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026

Wakil Presiden Sales, Marketing, and Franchise Operations Toyota Australia, John Pappas, menegaskan bahwa Toyota terus mengevaluasi berbagai teknologi penggerak. Namun, perusahaan hanya akan memilih teknologi yang benar-benar memberikan manfaat bagi pelanggan.

“Kami terus mempelajari berbagai solusi powertrain. Namun, teknologi tersebut harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Investasi riset dan pengembangan yang kami lakukan harus menghasilkan produk yang tepat untuk pasar,” kata Pappas.

PHEV Masih Diprioritaskan untuk Mobil Penumpang

Saat ini Toyota memusatkan pengembangan teknologi PHEV pada mobil penumpang dan SUV. Perusahaan baru akan mempertimbangkan penerapannya pada Hilux setelah teknologi tersebut mampu menyamai kapasitas angkut dan kemampuan towing versi diesel.

Dengan strategi tersebut, Toyota memilih mengutamakan performa dan kebutuhan pengguna dibanding sekadar mengikuti tren elektrifikasi di segmen pikap.

Kesimpulan

Toyota menunda peluncuran Hilux PHEV karena ingin memastikan teknologi tersebut mampu mempertahankan daya angkut dan kemampuan towing yang selama ini menjadi keunggulan kendaraan pikapnya.

Berita Terkait

Bikers Honda Jambi Nikmati Serunya Mystery Exploride
Astra Honda Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026
Honda Kenalkan Super-ONE di GIIAS 2026
Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Motor Listrik Nasional
DENZA Z Debut Global, Usung Teknologi Supercar Listrik
Bezzecchi Kejar Comeback MotoGP Inggris
Daftar Mobil Matik Harga Di Bawah Rp250 Juta Juli 2026
Harga spare part kendaraan naik, rupiah melemah
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:03 WIB

Bikers Honda Jambi Nikmati Serunya Mystery Exploride

Selasa, 8 September 2026 - 21:08 WIB

Astra Honda Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:17 WIB

Honda Kenalkan Super-ONE di GIIAS 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:32 WIB

Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Motor Listrik Nasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:55 WIB

DENZA Z Debut Global, Usung Teknologi Supercar Listrik

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Subsidi Langka di Kerinci, Harga Dikeluhkan Melambung

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:34 WIB

Suasana belajar-mengajar di dalam ruang kelas di salah satu sekolah SMA Negeri di Palangkaraya (Foto: Dokumentasi/RRI/Olivia Santika br Girsang)

Pemerintahan

DPR Minta Kebijakan Tidak Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB

Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih saat memberikan sambutan dalam agenda internal Kementerian PPPA di Jakarta Pusat (Foto: Dokumentasi/Humas Kementerian PPPA)

Pemerintahan

KemenPPPA Dorong Perempuan Desa Jadi Penggerak Aksi Iklim

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:32 WIB

Indah Permatasari hamil anak kedua. Arie Kriting bersyukur atas kabar bahagia ini, sementara Naka antusias menyambut calon adiknya.

Showbiz

Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Arie Kriting Bersyukur

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:58 WIB