Adainfohitz.com – Inggris dan Argentina kembali berhadapan dalam salah satu rivalitas paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia. Kedua tim dijadwalkan bertemu pada badbak semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) waktu Indonesia.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final. Pertandingan juga mempertemukan dua negara yang memiliki sejarah panjang penuh drama, kontroversi, dan duel klasik di panggung sepak bola internasional.
Inggris Masih Unggul Rekor Pertemuan
Berdasarkan data yang dikutip dari Antara, Inggris dan Argentina telah bertemu sebanyak 15 kali sejak laga persahabatan pertama pada 1951 di London.
Dari seluruh pertemuan tersebut, Inggris membukukan enam kemenangan. Argentina meraih dua kemenangan, sedangkan tujuh pertandingan lainnya berakhir imbang.
Statistik tersebut menempatkan Inggris sebagai tim yang lebih dominan dalam rekor pertemuan. Three Lions mencatat persentase kemenangan sekitar 40 persen, sementara Argentina hanya sekitar 13 persen.
Pertemuan terakhir kedua negara berlangsung dalam laga persahabatan di Swiss pada 12 November 2005. Saat itu Inggris menang dramatis 3-2.
Rivalitas Panjang di Panggung Piala Dunia
Di ajang Piala Dunia, kedua negara telah lima kali saling berhadapan. Inggris masih unggul dengan tiga kemenangan, sedangkan Argentina mengoleksi dua kemenangan.
Inggris membuka keunggulan lewat kemenangan 3-1 pada perempat final Piala Dunia 1962. Empat tahun kemudian, mereka kembali menang 1-0 pada perempat final Piala Dunia 1966 melalui gol Geoff Hurst. Kemenangan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Inggris meraih gelar juara dunia pertamanya.
Argentina membalas pada Piala Dunia 1986. Diego Maradona menjadi aktor utama lewat dua gol yang dikenang sepanjang sejarah, yakni gol kontroversial “Tangan Tuhan” dan aksi individu yang kemudian dikenal sebagai “Gol Abad Ini”. Albiceleste menang 2-1 sebelum akhirnya menjadi juara dunia.
Duel berikutnya terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Pertandingan berakhir imbang 2-2 hingga babak tambahan. Argentina kemudian lolos melalui adu penalti setelah Inggris kehilangan David Beckham akibat kartu merah.
Empat tahun berselang, Beckham membalas kekecewaan tersebut. Penalti yang dicetaknya membawa Inggris menang 1-0 atas Argentina pada fase grup Piala Dunia 2002. Pertandingan itu menjadi pertemuan terakhir kedua negara di ajang Piala Dunia sebelum semifinal 2026.
Rekor Semifinal Berpihak kepada Argentina
Meski Inggris unggul dalam catatan pertemuan, Argentina memiliki rekor yang sangat impresif di babak semifinal Piala Dunia.
Sebelum edisi 2026, Albiceleste enam kali mencapai semifinal dan selalu berhasil melaju ke final. Tiga di antaranya berakhir dengan gelar juara dunia, yaitu pada 1978, 1986, dan 2022.
Sebaliknya, Inggris baru tiga kali tampil di semifinal sebelum turnamen kali ini, yakni pada 1966, 1990, dan 2018. Hanya generasi 1966 yang berhasil melangkah ke final sekaligus mengangkat trofi.
Pertahanan Sama Kuat, Argentina Lebih Tajam
Perjalanan kedua tim menuju semifinal menunjukkan kualitas pertahanan yang hampir seimbang. Inggris dan Argentina sama-sama baru kebobolan empat gol sepanjang turnamen.
Namun, Argentina tampil lebih produktif di lini depan. Tim asuhan Lionel Scaloni telah mencetak 17 gol atau rata-rata 2,8 gol per pertandingan.
Sebaliknya, Inggris datang dengan modal belum terkalahkan sepanjang Piala Dunia 2026. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi permainan mereka sejak fase grup hingga perempat final.
Meski demikian, Argentina akan menghadapi tantangan yang berbeda. Inggris menjadi tim penghuni 10 besar peringkat FIFA pertama yang dihadapi Albiceleste pada turnamen ini. Sebelumnya, lawan dengan peringkat tertinggi yang mereka hadapi adalah Swiss dan Mesir.
Duel Messi dan Kane Jadi Sorotan
Semifinal ini juga menghadirkan duel dua kapten sekaligus mesin gol masing-masing tim, Lionel Messi dan Harry Kane.
Messi tampil luar biasa dengan delapan gol dari 33 tembakan. Sementara itu, Kane telah mencetak enam gol dari 22 percobaan.
Secara jumlah gol, Messi unggul. Namun, Kane sedikit lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Striker Inggris tersebut memiliki rasio konversi sekitar 27 persen, sedangkan Messi berada di kisaran 24 persen.
Laga ini juga menjadi pertemuan pertama Messi melawan tim nasional Inggris di level internasional. Meski demikian, kapten Argentina itu memiliki pengalaman panjang menghadapi klub-klub Premier League saat membela Barcelona dan Paris Saint-Germain.
Pengalaman tersebut diperkirakan menjadi modal penting untuk menghadapi pertahanan disiplin Inggris yang dikenal kuat dalam organisasi permainan dan transisi cepat.
Inggris Siapkan Strategi Redam Messi
Pada perempat final, Inggris berhasil membatasi pergerakan Erling Haaland saat mengalahkan Norwegia 2-1.
Namun, menghadapi Messi menjadi tantangan yang berbeda. Kapten Argentina bukan hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga pengatur ritme permainan dan kreator utama serangan Albiceleste.
Karena itu, keberhasilan Inggris mengisolasi ruang gerak Messi diperkirakan menjadi salah satu faktor penentu hasil pertandingan.
Di sisi lain, Argentina harus membuktikan bahwa rekor sempurna mereka di semifinal mampu berlanjut saat menghadapi lawan terberat sepanjang turnamen.
Semifinal Sarat Sejarah dan Gengsi
Pertandingan Inggris kontra Argentina diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim dengan kekuatan yang relatif seimbang.
Inggris memiliki keunggulan dari sisi rekor pertemuan dan datang tanpa terkalahkan sepanjang turnamen. Sementara itu, Argentina membawa produktivitas serangan yang tinggi serta rekor sempurna setiap kali tampil di semifinal Piala Dunia.
Dengan sejarah panjang yang menyelimuti rivalitas kedua negara, duel di Atlanta Stadium dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan dalam Piala Dunia 2026.













Komentar