Penanganan HIV di Pekanbaru Fokus Pendampingan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adainfohitz.com, PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat penanganan HIV melalui pengendalian perkembangan virus, terapi berkelanjutan, dan pendampingan bagi pasien. Karena hingga kini HIV belum dapat disembuhkan, pemerintah memfokuskan upaya pada peningkatan kualitas hidup orang dengan HIV.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pasien harus menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. Menurutnya, terapi yang konsisten mampu menekan jumlah virus di dalam tubuh sehingga risiko penularan kepada orang lain menjadi sangat kecil.

“Jika obat diminum secara konsisten, jumlah virus bisa ditekan sehingga potensi penularan ke orang lain menjadi sangat kecil,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga :  Pemdes Simpang Belui Ajukan Permohonan Ke BPJN Jambi

Markarius mengimbau masyarakat yang merasa berisiko terpapar HIV agar segera menjalani pemeriksaan di puskesmas. Pemerintah telah menyediakan layanan pemeriksaan, pengobatan, dan pendampingan agar pasien mendapat penanganan secara menyeluruh.

Tenaga kesehatan juga memantau kepatuhan pasien selama menjalani terapi ARV. Menurut Markarius, kedisiplinan mengonsumsi obat menjadi kunci utama untuk mengendalikan perkembangan virus dan menjaga kondisi kesehatan pasien.

Selain memberikan terapi medis, tenaga kesehatan menangani berbagai keluhan fisik yang dialami pasien untuk menjaga kualitas hidup mereka. Pemerintah juga melindungi kerahasiaan identitas penderita guna mencegah stigma dan diskriminasi di lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  Demonstran Sayap Kanan Warnai Peringatan Pride di Kyiv

Markarius mengungkapkan masih ada pasien yang kehilangan pekerjaan setelah orang lain mengetahui status kesehatannya. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis yang memengaruhi kehidupan pasien.

Karena itu, pemerintah menyediakan layanan pendampingan psikososial melalui tenaga pendamping khusus. Layanan tersebut diharapkan membantu pasien menjalani pengobatan secara konsisten sekaligus menjaga kondisi mental mereka.

“Penderita HIV tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga dukungan moral, perlindungan hak, dan pendampingan agar dapat hidup lebih baik tanpa diskriminasi,” tutupnya.

Berita Terkait

Makna Lagu “Bahagia Lagi” Piche Kota
PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB
Pengurus SMSI Muaro Jambi Periode 2026–2028 Resmi Dilantik
Demonstran Sayap Kanan Warnai Peringatan Pride di Kyiv
Teddy Indra Wijaya Dorong Inovasi Lewat Setkab Gengs
Dies Irae, Motif Klasik yang Terus Menggema dalam Musik Modern
Kim Chaewon Siap Kembali Beraktivitas Pekan Depan
Rekomendasi Lagu Menemani Tidur Agar Istirahat Lebih Nyenyak
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:45 WIB

Makna Lagu “Bahagia Lagi” Piche Kota

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:07 WIB

PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:10 WIB

Penanganan HIV di Pekanbaru Fokus Pendampingan

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pengurus SMSI Muaro Jambi Periode 2026–2028 Resmi Dilantik

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Demonstran Sayap Kanan Warnai Peringatan Pride di Kyiv

Berita Terbaru

Internasional

Makna Lagu “Bahagia Lagi” Piche Kota

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:45 WIB

Lifestyle

PON XXII 2028 Digelar di NTT-NTB

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:07 WIB

Internasional

Belajar Dari Gelombang Panas Di Eropa

Rabu, 1 Jul 2026 - 22:10 WIB

Daerah

Makna Mendalam Tradisi Balemang Serentak

Rabu, 1 Jul 2026 - 21:30 WIB

Bisnis

Seleksi Penerima BBM Subsidi UMKM Diperketat

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:26 WIB